AFGHANISTAN – Kementerian Pendidikan Afghanistan mengatakan jika kini sedikitnya dua juta anak-anak tidak bersekolah di Afghanistan akibat kekerasan yang terus terjadi karena konflik yang terjadi di negara tersebut.
Dari 17.482 sekolah di seluruh negeri, 1.006 sekolah telah tutup karena berbagai alasan, termasuk situasi keamanan yang berlaku.
Mujib Meherdad, seorang juru bicara kementerian, mengatakan mayoritas dari sekolah yang tutup terletak di bagian yang bergejolak dengan konflik.
“Kami di kementerian memiliki 9,2 juta siswa yang terdaftar di kelas yang berbeda di seluruh negeri, tetapi beberapa dua juta dari mereka telah secara permanen berhenti,” katanya, seperti dilansir Anadolu Agency, Rabu (15/3/2017).
Pengawas telah lama mengkritik militan serta pasukan keamanan nasional Afghanistan untuk menggunakan sekolah sebagai pos-pos militer.
Selain masalah keamanan, masalah korupsi juga diyakini menjadi penyumbang putusnya pendidikan bagi anak-anak. Menurut laporan terbaru oleh Inspektur Jenderal Khusus AS untuk Rekonstruksi Afghanistan, Washington sejauh ini berkontribusi lebih dari $ 868.000.000 untuk program pendidikan di Afghanistan, tapi kenyataannya sejumlah siswa kekurangan kebutuhan dasar pendidikan.





