
UNI Soviet yang runtuh akhir 1991 memunculkan konflik di antara sebagian dari seluruhnya 16 negara sempalannya yang kini menjadi negara berdaulat sendiri-sendiri.
Armenia dan Azerbaizan di wilayah Kaukasus yang bertetangga terlibat perang terbuka terkait wilayah enklav (kantong) Nagorno-Karabakh, menewaskan ribuan tentara ke dua belah pihak dan prasarana serta sarana publik, September 2020.
Ukraina yang juga lepas dari Uni Soviet juga kerap terlibat konflik berdarah akibat aksi-aksi kaum separatis yang didukung Moskow di wilayah Donbas dan Luhansk di Ukraina Timur dan juga pasca aneksasi Krimea oleh Rusia pada 2014.
Negara-negara eks-Soviet di Laut Baltik yakni Estonia, Latvia dan Lithuania malah membelot menjadi anggota Pakta Pertahanan Atlantik NATO pimpinan AS, hengkang dari Pakta Warsawa di bawah Soviet di era Perang Dingin lalu.
Pemerintah Belarus baru saja menyatakan penutupan wilayah tapal batasnya dengan Ukraina yang dituding berada di balik rencana kudeta untuk menggulingkan Presiden Alexander Lukashenko.
Lukashenko yang memerintah dengan tangan besi sejak 1994 dan dijuluki diktator terakhir di Eropa mengklaim, dinas keamanannya berhasil membongkar sel tidur teroris yang didukung anasir asing.
“Mereka sudah kelewatan. Kami tidak bisa lagi memaafkannya,” ujar Lukashenko seperti dikutip BBC (2/7) seraya menuding, sejumlah negara Barat mendanai penyelundupan senjata kepada sel teroris.
Alasan Penutupan
Terbongkarnya upaya penyelundupan senjata dalam jumlah besar berasal dari Ukraina ke Belarus menjadikan alasan kuat baginya untuk memerintahkan penutupan penuh perbatasan dengan Ukraina.
Pemerintah Ukraina sendiri menanggapi dingin tuduhan Lukashenko dan membantah telah mengintervensi urusan domestik tetangganya tersebut.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky menilai, apa pun alasannya, keputusan menutup perbatasan hanya akan membuat rakyat Belarus menderita dan hubungan dengan negara-negara Barat makin renggang.
Belarusia yang berpenduduk 9, 4 juta jiwa dan terletak di Eropa Timur, berbatasan dengan Ukraina di selatan, Rusia dan Polandia di barat laut serta Lithuania dan Latvia di bagian timur laut negara itu.
Pasca keruntuhan Uni Soviet, negara-negara sempalannya bak anak “ayam kehilangan induk”, ada yang bergabung ke NATO dan ada pula yang “merapat” ke negara-negara Uni Eropa.




