AS akan Serang Iran jika Gencatan Senjata Gagal

USS Tripoli, salah satu dari empat kapal serbu amfibi AL AS yang disiapkan untuk mendaratkan ribuan marinir ke wilayah pantai Iran jka perpanjangan gencatan senjata tidak menghasilkan kesepakatan. (foto: US Navy)

AMERIKA Serikat (AS) dilaporkan sedang mempertimbangkan rencana untuk menghancurkan kemampuan militer Iran di Selat Hormuz, jika gencatan senjata gagal tercapai.

Sumber-sumber yang kompeten dengan isu ini seperti dilaporkan CNNI, Jumat (24/4) mengatakan, militer AS memiliki sederet opsi yang dipertimbangkan.

Salah satunya serangan dengan fokus khusus ke “penargetan dinamis” terhadap kemampuan Iran di sekitar Selat Hormuz, Teluk Arab bagian selatan, dan Teluk Oman.
Potensi serangan itu rencananya akan menyasar kapal serang cepat berukuran kecil, kapal penebar ranjau, dan aset asimetris lain yang membantu Iran menutup rute perdagangan minyak global ini.

Rencana baru itu juga menyerukan kampanye pemboman yang jauh lebih terkonsentrasi di sekitar Selat Hormuz.

Sebagian besar rudal pertahanan Iran diduga masih utuh meski digempur AS-Israel sejak 28 Februari tercermin dari serangan Iran ke berbagai fasilitas AS di Timur Tengah dan ke wilayah Israel yang belum bisa dihentikan sampai hari ini.

Negara itu juga punya banyak kapal-kapal cepat berukuan kecil yang bisa digunakan sebagai platform untuk melancarkan serangan terhadap kapal, sehingga mempersulit upaya AS membuka selat.

Kesiapan AS untuk melancarkan operasi besar-besaran termasuk penyerbuan darat tampak dari penempatan abelasan kapal perang yang dikerahkan ke kawasan Timur Tengah termasuk tiga kapal induk (USS Abraham Lincoln, USS Gerald Ford dan USS George Bush, yang masing-masing mampu mengangkut 75-an pesawat tempur.

Sebagai persiapan penyerbuan dari pantai, sudah ada empat kapal serang amfibi yakni USS San Diego, USS New Orleans, USS Tripoli dan USS Boxer yang memuat ribuan marinir untuk didaratkan. Sementara untuk serbuan lintas udara, disiapkan Brigade 82 Lintas Udara AD AS beranggotakan dua ribuan personil.

Tidak otomatis terbuka
Sementara itu sumber lain menyebut kemungkinan besar selat tidak akan langsung terbuka meski AS melancarkan serangan besaran terhadap Iran.

“Kecuali bisa dibuktikan sepenuhnya bahwa 100 persen kemampuan militer Iran hancur atau hampir pasti bahwa AS bisa mengurangi risiko potensi serangan Iran, ” tutur sumber tersebut kepada CNN, Jumat (24/4).

Dia lalu berujar, “Semuanya akan bergantung pada seberapa besar [Presiden AS Donald Trump] bersedia menerima risiko dan mulai mengirimkan kapal melalui selat.”

Sumber lain mengatakan militer AS juga menindaklanjuti ancaman Trump sebelumnya untuk menyerang target multifungsi dan infrastruktur, termasuk fasilitas energi. Ini bisa menjadi cara Washington memaksa Iran ke meja perundingan.

Trump berulang kali mengatakan AS akan melanjutkan operasi tempur jika tidak ada solusi diplomatik untuk perang tersebut.

Hanya Trump yang tau opsi mana yang akan dipilihnya, dunia dengan harap-harap cemas menanti apa yang diputuskannya. Sejauh ini AS secara sepihak mempepanjang gencatan senjata dua pekan yang sebenarnya sudah berakhir Rabu, 22 April lalu. Tidak disbutkan berapa lama perpanjangan jeda yang diberikan AS.

Damai atau perang! cuma dua pilihan itu yang tersedia. (CNNI/ns)

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here