ARU—Konflik yang terjadi di Kongo menyebabkan banyak keluarga terpisah satu sama lain. Dilaporkan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UN-OCHA), sedikitnya 4000 anak terpisah dari orang tuanya.
Anak-anak di negara yang sangat tidak stabil ini terlantar. Mereka kekurangan makanan dan kebutuhan dasar lainnya. Dilaporkan OCHA juga, selama beberapa bulan terakhir, wilayah Kasai telah dilanda bentrokan antara milisi Kamuina Nsapu dan pasukan keamanan pemerintah, termasuk polisi dan tentara. Bentrokan ini menyebabkan sekitar 400 orang tewas dan ribuan orang mengungsi.
“2.000 orang telah direkrut oleh Kamina Nsapu dan banyak lagi berisiko tinggi direkrut oleh milisi,” demikian cuplikan laporan yang dipublikasikan Anadolu, Sabtu (29/4) kemarin.
Seorang perwira polisi di Kasai, Corp Benja Lovi, mengonfirmasi banyak anak-anak yang direkrut menjadi milisi oleh Kamuina Nsapu. Dia juga mengatakan beberapa anak pengungsi tinggal di hutan.
Menurut laporan PBB pada 27 April, setidaknya 1,17 juta orang mengungsi karena bentrokan yang terjadi sejak Agustus lalu. Bentrokan ini melibatkan milisi dengan polisi.
”Bentrokan diperkirakan akan terus berlanjut di provinsi tetangga Lualaba dan Haut-Lomami, yang mendorong arus pengungsi berlanjut, ” laporan tersebut menambahkan.





