Konflik, Jumlah Penderita Gizi Buruk di Afteng Melonjak

VAKAGA—Konflik yang terjadi selama tiga tahun belakangan membawa dampak yang memprihatinkan bagi warga Afrika Tengah. Konflik ini telah memaksa lebih dari 1 juta orang meninggalkan rumah mereka. Sementara ada 2,5 juta orang yang harus berjuang memenuhi kebutuhan dasarnya.

Selain itu, laporan yang dilansir Kantor PBB untuk Koordinasi Bantuan Kemanusiaan (UNOCHA) menyebutkan, konflik juga meningkatkan penderita gizi buruk sangat signifikan. “Jumlah anak-anak meninggal akibat gizi buruk telah meningkat sejak konflik dimulai dan jumlah orang yang kelaparan telah dua kali lipat,” demikian laporan tersebut mengurai seperti dikutip dari ReliefWeb, Jumat (18/3/2016).

“Saya tidak punya cukup makanan, sehingga saya tidak bisa memberikan ASI lebih banyak,” ujar Rakia, salah seorang ibu di Vakaga, wiayah terpencil di timur laut Afrika Tengah.

Ia menambahkan, sudah tiga tahun ini ia bersama warga lainnya harus berjuang keras untuk mendapat makanan. “Ini adalah masalah yang sangat besar,” tambahnya.

Advertisement