TANGERANG (KBK)—Empat hari pasca banjir akibat limpasan air dari Sungai Cirarap, kondisi pengungsian warga di Perumahan Total Persada Tangerang, Banten sesak. Dari pantauan KBK di lokasi pengungsian di GOR Perum Total Persada terdapat ratusan warga dari dua RW yang mendiami GOR tersebut kendati banjir telah menyurut.
Per kepala keluarga hanya bisa menempati sepetak lahan yang luasnya tergantung dengan lebar kasur mereka. Ijah (42) salah seorang pengungsi mengatakan meski sempit ia tetap dapat tidur nyenyak dan merasa aman terlebih ketika rumahnya terendam air setinggi 2 meter pada hari senin lalu.
“Ya begini saja kondisinya, sempit. Tapi aman dan dapat makan serta air bersih yang cukup. Kamar mandinya juga ada, ” ucap Ijah yang mengungsi bersama dua orang anaknya, Rabu (16/11)/2016.
Selain di GOR Perum Persada Tangerang titik pengungsian juga ada di PAUD Gembor dan Masjid Mujahidin. Muhadi (53) merupakan salah satu korban banjir yang tak tertampung di pengungsian. Menurut bapak dua anak ini semua lokasi pengungsian penuh sesak. Kini Muhadi bersama sang istri Sri Wijayanti (49) menyewa kamar tak jauh dari Perumahan Total Perada dengan tarif per malam Rp 300 ribu.
“Saya sejak minggu malam pas air setinggi dada orang dewasa sudah ngungsi sewa kamar. Tetapi kalau mau makan saya ke posko pengungsian di GOR, ” ucap pria asal Jogjakarta itu.
Senasib dengan Muhadi, Widodo (56) pun demikian. Sejak banjir menerjang rumahnya minggu malam ia lebih memilih bertahan di lantai dua rumahnya akibat penuhnya lokasi pengungsian. Guna mencukupi kebutuhan sehari-hari Widodo juga selalu datang ke posko pengungsian di GOR untuk mendapatkan sebungkus nasi.
“Selain penuh saya juga takut rumah dirampok. Mau ngungsi pun saya susah bawa barang karena tidak ada perahu karet. Di sini kan gang buntu jadi tidak ada perahu karet datang. Paling saya bikin rakit bambu untuk ke GOR, ” terang warga penghuni gang Macan itu.
Berdasarkan catatan BPBD Kota Tangerang warga korban banjir di Perum Total Persada tersebar di dua RW yaitu di RW 08 dengan jumlah pengungsi 2 ribu jiwa yang terdiri dari 448 KK dan di RW 07 dengan 72 KK dari 339 jiwa yang mengungsi.
Menurut Tri Budiarto Deputi Darurat BNPB semua pengungsi sampai hari ini tertangani di semua titik. Tri mengakui kendati lokasi pengungsian belum optimal namum paling tidak pengungsi telah merasa tenang dan terwadahi.
“Tentu tidak bisa optimal sekali tapi paling tidak harapan kita pengungsi tetap tenang, tentram, ayem dan dijamin keamanannya. Itu saya kira hal paling hakiki bagi pengungsi,” kata Tri ketika melakukan kunjungan ke lokasi banjir di Perum Total Persada, Tangerang.
Sampai saat ini BNPB bersinergi dengan BPBD Kota Tangerang telah melakulan penguatan logistik dan peralatan. Menyoal pengentasan banjir di wilayah tersebut dikatan Tri akan lebih baik jika dilakukan peninggian tanah.
“Atasi banjir bisa meninggikan tanggul di kali Cirarap tapi akan lebih indah jika lahan dinaikan,” ucapnya.





