PAPUA – Kepala Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Asmat, Steven Langi mengatakan jumlah korban akibat campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat, Papua terus bertambah.
Sejumlah upaya terus dilakukan untuk menangani wabah campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat, Papua. Tim medis baik dari Kementerian Kesehatan, Tentara Nasional Indonesia dan Polri terus berdatangan untuk membantu tim medis di wilayah itu.
Pemerintah Kabupaten Asmat juga terus mendistibusikan bantuan makanan tambahan ke 23 distrik yang mencakup 224 kampung/desa.
Steven mengatakan, sebagaimana dilansir VOA Indonesia, pendataan empat tim terpadu penanggulangan campak dan gizi buruk mencatat sejak September lalu terdapat 524 korban akibat wabah campak dan gizi buruk. Sementara 67 anak telah meninggal akibat campak dan gizi buruk ini. Mereka berasal dari distrik Fayit, Aswi dan Pulau Tiga.
Tim lanjutnya akan mengevaluasi penyebab terjadinya wabah tersebut. Mengingat banyaknya korban jiwa, maka jangkauan tim terpadu yang sebelumnya terpusat ke tujuh distrik kini diperluas untuk mencapai 23 distrik guna mencegah agar wabah campak dan gizi buruk tidak semakin parah.
“Imunisasi sudah berlangsung, sebenarnya setiap bulan sudah diimunisasi makanya nanti kita menilai faktor-faktor apa lagi yang menyebabkan campak.Sementara fokus dahulu pada pengobatan,” kata Steven.




