Korban Garut Harapkan Bantuan Pekerjaan dari Pemerintah

Suasana Garut setelah dilanda banjir. Foto: Jun Aditya/KBK

GARUT – Bencana banjir bandang di Garut tidak hanya mengakibatkan jiwa melayang dan kerusakan rumah, namun para korban juga terancam tidak memiliki pekerjaan. Kini, para korban mengharapkan bantuan dari pemerintah agar menyediakan lapangan pekerjaan.

“Kami mengharapkan pekerjaan agar dapat penghasilan, sehingga bisa menghidupi keluarga,” kata Cacih (43) korban banjir yang tinggal bertahan di rumahnya Kampung Cimacan, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut, Kamis (29/9/2016).

Ia mengaku ingin menyampaikannya langsung pada Presiden Jokowi saat meninjau lokasi bencana Kamis kemarin, namun sulit dilakukan, karena ketatnya penjagaan dan pengawalan di sekitar lokasi kunjungan presiden.

Meskipun sulit, Cacih berharap keinginannya mendapatkan pekerjaan yang layak itu dapat segera terkabulkan oleh pemerintah. “Maunya membuka usaha apa saja, dengan dikasih modal oleh pemerintah,” kata Cacih yang sebelumnya bekerja sebagai penambang pasir di Sungai Cimanuk.

Sementara suaminya, Ayat mengharapkan ada bantuan modal untuk dapat berwirausaha agar mampu menghidupi keluarganya lebih baik lagi. Dulu Ayat mendapat penghasilan dari jual beli domba, tetapi sejak kejadian banjir bandang semangat bekerjanya hilang karena enam ekor domba miliknya terbawa hanyut banjir.

Domba yang dimilikinya itu, kata Ayat modalnya hasil pinjaman dari pegawai desa sebesar Rp10 juta, tetapi harapannya mendapatkan untung kandas akibat banjir bandang.

“Pinjam modal Rp10 juta untuk beli domba, tapi dombanya kebawa banjir, kandangnya saja hancur, mudah-mudahan saja ada rezekinya untuk membayar utang,” katanya.

Warga lain korban banjir, Ade Wahyu mengatakan sama ingin mendapatkan pekerjaan agar dapat kembali membangun keluarganya lebih baik.

Ade sopir angkutan barang itu mengaku sudah tidak bekerja lagi karena disibukkan dengan membenahi rumah yang terendam banjir bandang.

“Saya sopir, sekarang sudah tidak bekerja sejak kejadian banjir, harapan kepada presiden ingin ada pekerjaan,” katanya, dikutip dari Antara.

Advertisement