BEKASI – Korban robohnya gedung sekolah SMAN 1 Muara Gembong Bekasi bertambah dari sebelumnya berjumlah 20 orang menjadi 28 orang.
Korban mengalami lika karena tertimpa atap bangunan yang berbahan baja ringan dan genteng yang roboh pada Selasa (28/2/2017). Dari 28 korban tersebut, 26 orang di antaranya dilarikan ke puskesmas terdekat untuk perawatan, sedangkan dua orang lainnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi karena mengalami luka parah.
Menanggapi peristiwa tersebut, anggota Komisi III DPR RI Daeng Muhammad meminta polisi segera mengusut tuntas kasus robohnya atap bangunan tersebut lantaran gedung itu baru diperbarui dua tahun lalu.
“Bangunan sekolah yang roboh ini baru diperbaharui pada 2014, dan seharusnya dapat bertahan selama 20 tahun. Tetapi karena kontruksi bangunan diduga asal-asalan membuat sekolah tersebut roboh,” katanya, diberitakan Antara, Rabu (1/3/2017).
Selain itu, ia juga meminta dinas terkait maupun pemborong yang membangun gedung sekolah tersebut agar bisa bertanggungjawab.
Senada, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, H. Daris, mengatakan jika kejadian itu tidak perlu terjadi, dan harus diusut tuntas agar pelaku jera. “Belum lagi di kita masalah kurang ruang kelas baru, kurang bangku sekolah dan juga PPDB online yang selalu menjadi masalah,” katanya.




