spot_img

Korban Tersiram Teh Panas di Pesawat Garuda Sempat Alami Trauma

JAKARTA – BRA Koosmariam Djatikusumo, perempuan yang menjadi korban siraman teh panas oleh pramugari di dalam maskapai Garuda Indonesia, mengaku sempat mengalami trauma.

Untuk mengatasinya ia pergi ke psikiater, karena dia juga sempat menjadi sulit tidur dan ketakutan saat mendengar ada yang mengatakan “air panas”.

“Pernah dirawat oleh psikiater, karena saya jadi sulit tidur, trauma,” tutur Koosmariam kepada wartawan di Jakarta, Jumat (13/4/2018). Koosmariam melanjutkan, pihak Garuda tidak mengetahui dia sempat ke psikiater untuk mengatasi persoalan psikis yang dialami pasca-insiden.

Sementara letak luka bakar yang dialami Koosmariam yakni pada sisi kanan payudara. Saat ini, kondisi lukanya berwarna merah, dan terasa perih jika basah terkena keringat maupun air sabun. Ia juga sering merasa sangat gatal dan menurut dokter, lanjutnya, itu proses penyembuhan di mana jaringan kulit mengalami pertumbuhan.

“Rasa gatal ini sakit tapi kecil. Ini masih pengobatan terus sampai 6 bulan ke depan. Barulah setelah 6 bulan nanti dokter akan menentukan kemudian,” katanya, dikutip Republika.

Koosmariam mengungkapkan, pihak medis mengakui bahwa kulit yang terkena luka bakar ini memang tidak bisa kembali normal. Bagian luka bakar tersebut memang bisa tertutupi kembali tapi tidak bisa menjadi kulit seperti sedia kala.

 

spot_img

Related Articles

spot_img

Latest Articles