Korban Tewas Banjir dan Longsor Jepang Jadi 15 Orang, 14 Hilang

Ilustrasi Banjir dan longsor Jepang Selatan/ AP

JEPANG – Jumlah korban tewas akibat hujan deras dan banjir di selatan Jepang pekan ini meningkat menjadi 15 orang dan 14 lainnya masih hilang.

Peringatan hujan lebat masih berlangsung untuk bagian-bagian pulau selatan Kyushu pada hari Sabtu (8/7/2017),  beberapa hari setelah Topan Nanmadol melanda Jepang, membuat banjir dan tanah longsor yang menghancurkan ratusan rumah, jalan dan sawah.

Badan Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana mengatakan pada  Sabtu 12 orang tewas sejauh ini ditemukan di  Fukuoka dan tiga lainnya di Oita di Djibouti.

Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga mengatakan 12.000 tentara, petugas pemadam kebakaran dan regu penyelamat lainnya terus mencari korban  hilang, membersihkan puing-puing dari jalan raya dan mengirimkan air bersih dan persediaan makanan untuk pengungsi di sebuah  sekolah. Mereka telah mencapai sebagian besar desa yang sebelumnya tidak terjangkau.

Hampir 1.000 warga diselamatkan selama dua hari terakhir, namun puluhan orang masih diyakini terdampar. Operasi tersebut terhambat semburan lumpur dan banjir karena hujan masih  terus berlanjut.

Di kota Asakura yang paling parah terkena dampaknya di Fukuoka, mayat seorang wanita, anak perempuan dan cucunya ditemukan Jumat malam di lantai pertama rumah mereka yang tertimbun oleh tanah longsor, demikian dikutip ABCnews dari NHK.

Advertisement