IRAK – Korban tewas dari protes anti-pemerintah di Irak naik menjadi 81 pada hari Senin (27/10/2019) ketika pasukan keamanan berusaha membubarkan demonstran di ibukota Baghdad
Sumber keamanan yang meminta tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa lebih dari 100 demonstran juga terluka dalam bentrokan dengan petugas keamanan pada hari Senin.
Dalam gelombang kedua demonstrasi anti-pemerintah sejak Jumat, Baghdad dan provinsi-provinsi Irak lainnya diguncang oleh protes menentang korupsi pemerintah dan pengangguran.
Anadolu menghimpun, gelombang protes pertama pada awal Oktober menyebabkan 149 demonstran dan delapan personel keamanan tewas. Komisi Tinggi Independen untuk Hak Asasi Manusia (IHCHR) mengatakan lebih dari 3.600 orang terluka dalam protes tersebut.
Kemarahan telah meningkat di Irak dalam beberapa tahun terakhir karena meningkatnya pengangguran dan korupsi yang merajalela. Banyak di negara ini memiliki akses terbatas ke layanan dasar seperti listrik dan air bersih.
Menurut angka Bank Dunia, pengangguran kaum muda Irak adalah sekitar 25%. Ia berada di peringkat negara terkorup ke-12 di dunia oleh beberapa organisasi transparansi.




