Korban Tewas di Azerbaijan akibat Serangan Armenia Bertambah Jadi 42 Warga Sipil

Seorang Nenek menangis pasca serangan rudal pasukan Armenia/ Anadolu

AZERBAIJAN – Korban tewas serangan pasukan Armenia di Azerbaijan bertambah menjadi sedikitnya 42 warga sipil , sementara 206 lainnya menderita luka-luka.

Kantor Kejaksaan Agung Azerbaijan, mengatakan, sebagaimana dilansir Anadolu, 479 rumah, 66 apartemen, dan 241 bangunan umum rusak parah akibat serangan pasukan Armenia sejak 27 September hingga 13 Oktober.

Bentrokan yang dimulai pada 27 September ketika pasukan Armenia menyerang permukiman sipil dan militer Azerbaijan di wilayah tersebut menyebabkan banyak korban jiwa.

Hubungan antara dua bekas republik Soviet itu tegang sejak 1991 ketika militer Armenia menduduki Nagorno-Karabakh.

Armenia selama sekitar tiga dekade menduduki sekitar 20 persen wilayah Azerbaijan.

Selama pertemuan yang diadakan di Moskow, Armenia dan Azerbaijan menyepakati keputusan gencatan senjata kemanusiaan, yang mempertimbangkan pertukaran jasad dan tahanan di Nagorno-Karabakh, yang efektif mulai pada 10 Oktober.

Namun, pasukan Armenia melancarkan serangan rudal ke kota terbesar kedua Azerbaijan, Ganja – meski wilayah tersebut berada di luar zona pertempuran – menyebabkan sedikitnya 10 orang tewas dan 35 lainnya luka-luka, termasuk wanita dan anak-anak.

Advertisement