ISTANBUL – Korban tewas akibat serangan tiga bom bunuh diri di Bandara Ataturk Istanbul, Turki bertambah menjadi 42 orang, 13 diantaranya adalah warga asing.
Serangan tersebut mulanya diduga dilakukan kelompok ISIS, seperti dikatakan Perdana Menteri Turki Binali Yildirim. Namun, hingga kini belum ada pihak atau kelompok yang mengklaim sebagai pelakunya.
Sementara itu Presiden Turki Tayyip Erdogan menegaskan pelaku serangan bukan Muslim. Ia juga mengatakan, serangan itu harus menjadi titik balik dalam perang global melawan kelompok militan.
”Meskipun jadi target kelompok teroris yang paling brutal, Turki akhirnya akan mengalahkan terorisme,” katanya.”Para penyerang bukan Muslim,” lanjutnya, seperti dikutip BBC, Kamis (30/6/2016).
Terkait tragedi berdarah ini, Turki telah menetapkan hari Rabu sebagai hari berkabung nasional.
Menteri Kesehatan Turki Recep Akdag mengatakan sebelumnya bahwa 128 orang masih dirawat di rumah sakit, termasuk warga negara Arab Saudi, Afghanistan, Pakistan, Uzbekistan, Ukraina dan Swiss.
Sedangkan media Turki melaporkan 42 orang tewas dan seorang pekerja kafe kritis. Tiga belas dari mereka yang meninggal adalah warga negara asing atau berkewarganegaraan ganda. Rinciannya, 24 warga Turki, 5 warga Saudi, 2 warga Irak, 1 warga China, 1 warga Yordania, 1 warga Tunisia, 1 warga Uzbek, 1 warga Iran dan 1 warga Ukraina. Duta Palestina untuk Turki mengklaim seorang wanita Palestina juga tewas.





