Korban Tewas Konflik Sudan Capai 822 Orang

Seorang pengungsi Sudan, Mekka (30), bersama anak-anaknya di lokasi penampungan darurat dekat perbatasan Sudan dan Chad, di Koufroun, Chad (11/5/2023). (Foto: ANTARA/REUTERS/Zohra Bensemra)

KHARTOUM – Sebanyak 822 warga sipil telah meninggal dalam konflik antara militer Sudan dan kelompok paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (RSF) sejak 15 April 2023, menurut sumber medis setempat pada, Selasa (16/5/2023).

Dalam pernyataannya, Sindikat Dokter Sudan mengungkapkan bahwa sebanyak 3.215 orang juga terluka dalam perselisihan yang penuh kekerasan tersebut.

Dilansir dari Anadolu, data yang diberikan oleh Sindikat Dokter Sudan meliputi jumlah korban tewas di ibu kota Khartoum, di wilayah selatan Kota El-Obeid, dan di Kota Al-Junaynah di Darfur Barat.

Pada Sabtu (13/5/2023), Sindikat melaporkan bahwa ada 530 korban tewas dan 2.940 orang terluka.

Satu minggu setelah perundingan di Arab Saudi, militer Sudan dan RSF menandatangani deklarasi yang berkomitmen untuk melindungi warga sipil di Sudan pada tanggal 11 Mei.

Perbedaan pandangan antara kedua belah pihak mengenai reformasi militer telah memanas dalam beberapa bulan terakhir terkait integrasi RSF ke dalam militer, yang menjadi syarat utama dalam kesepakatan transisi Sudan dengan kelompok politik.

Sejak Oktober 2021, Sudan tidak memiliki pemerintahan yang berfungsi setelah militer membubarkan pemerintahan transisi yang dipimpin oleh Perdana Menteri Abdalla Hamdok dan mendeklarasikan status darurat. Tindakan ini telah dikritik oleh kekuatan politik di negara tersebut sebagai “kudeta”.

Masa transisi Sudan, yang dimulai pada Agustus 2019 setelah penggulingan Presiden Omar Al Bashir, dijadwalkan akan berakhir dengan pemilihan umum pada awal 2024.

Sumber: Antara

Advertisement