KOLOMBIA – Para tim penyelamat terus mencari korban banjir dan tanah longsor yang menghancurkan sebuah kota di Kolombia selatan, dan kini angka korban tewas sudah mencapai 273 orang.
Sementara itu para keluarga korban juga sudah mulai putus asa antri untuk mencari kamar mayat untuk orang-orang tercinta mereka yang meninggal ketika beberapa sungai meluap di dini hari Sabtu (1/4/2017), dimana air, lumpur, tanah, dan puing bangunan runtuh menimpa rumah-rumah warga saat mereka sedang tertidur.
Para pejabat meminta keluarga untuk bersabar segera mendapatkan jenazah keluarga mereka.
“Kami tidak ingin tubuh jenazah slah diberikan, ” kata Carlos Eduardo Valdes, Kepala Institut Ilmu Forensik, seperti dilansir Reuters, Selasa (4/4/2017). Presiden Juan Manuel Santos, mengatakan perubahan iklim menjadi penyebab bencana, dimana Mocoa telah menerima sepertiga dari hujan bulanan biasa hanya dalam satu malam, yang menyebabkan sungai-sungai meluap.
Lebih dari 500 orang tinggal di perumahan darurat dan pelayanan sosial telah membantu 10 anak yang kehilangan orang tua mereka. Dari 273 korban tewas, terdapat juga 43 anak-anak diantaranya yang harus tutup usia.
Para pejabat meminta keluarga untuk bersabar segera mendapatkan jenazah keluarga mereka.
“Kami tidak ingin tubuh jenazah slah diberikan, ” kata Carlos Eduardo Valdes, Kepala Institut Ilmu Forensik, seperti dilansir Reuters, Selasa (4/4/2017). Presiden Juan Manuel Santos, mengatakan perubahan iklim menjadi penyebab bencana, dimana Mocoa telah menerima sepertiga dari hujan bulanan biasa hanya dalam satu malam, yang menyebabkan sungai-sungai meluap.
Lebih dari 500 orang tinggal di perumahan darurat dan pelayanan sosial telah membantu 10 anak yang kehilangan orang tua mereka. Dari 273 korban tewas, terdapat juga 43 anak-anak diantaranya yang harus tutup usia.





