Bom Mogadishu Sabtu (14/10/2017) selain tewaskan ratusan orang juga merusak rumah, bangunan dan sejumlah kendaraan/ Reuters
SOMALIA – Serangan di sebuah hotel di Mogadishu akhirnya berakhir pada hari Minggu (29/10/2017) dan korban tewas mencapai 29 orang.
Serangan yang dilakukan pada Sabtu berlanjut dengan pengepungan yang berlangsung hampir 12 jam, dan mendesak pemerintah untuk memecat dua pejabat keamanan atas kegagalan mereka untuk menghentikan serangan berulang-ulang.
Serangan tersebut sekali lagi membuktikan bahwa gerilyawan dapat melakukan serangan mematikan di jantung ibukota Somalia.
Pemboman kembar di Mogadishu dua pekan lalu menewaskan lebih dari 350 orang, serangan terburuk dalam sejarah negara tersebut. Lebih dari 50 orang masih hilang.
Al Shabaab mengaku bertanggung jawab atas serangan akhir pekan ini, yang berlangsung menjelang pertemuan yang direncanakan untuk mencoba meredakan ketegangan antara pemerintah federal dan negara-negara regional. Pejabat pemerintah mulai bertemu di hotel untuk membahas strategi.
“Sejauh ini saya yakin 29 orang meninggal tapi jumlah korban tewas bisa meningkat,” kata Abdullahi Nur, seorang perwira polisi kepada Reuters, Senin (30/10/2017).
“Sedikitnya 12 orang tewas adalah petugas polisi, kata Nur. Seorang wanita dipenggal saat tiga anak ditembak mati”, katanya.Serangan dimulai Sabtu jam 5 sore saat sebuah bom mobil menerjang gerbang hotel Nasahablod Two, yang dekat dengan istana kepresidenan, dan menghancurkan pertahanan hotel.