JIANGXI -(KBK) – Korban tewas karena robohnya kontruksi bangunan Pembangkit Listrik China di China Timur terus naik ke angka 74 orang tewas, dan dua lainnya terluka.
Inspektur Kepala Keamanan China sedang melakukan penyelidikan, kata media pemerintah, Jumat (25/11/2016).
Kecelakaan mematikan relatif sering terjadi di lokasi industri di Cina, longgarnya standar operational prosedur (SOP). Dalam tiga dekade ini pertumbuhan ekonomi China yang cepat telah dirusak oleh insiden mulai dari bencana tambang hingga kebakaran pabrik.
Kantor berita Xinhua mengatakan 68 dari 74 orang mati telah diidentifikasi sejauh ini, dengan korban mulai usia 23-53.
Diberitakan sebelumnya, konstruksi bangunan yang melekat dengan menara pendingin pembangkit listrik di Provinsi Jiangxi, tiba-tiba runtuh.
Upaya penyelamatan terus diupayakan . Setidaknya lima pekerja yang terluka ditarik keluar dari reruntuhan dan kini sudah menjalani perawatan di rumah sakit setempat.
Masih banyak pekerja tertimbun reruntuhan, korban tewas kemungkinan akan meningkat lebih tinggi lagi, laporan kantor berita resmi China, Xinhua.
Kecelakaan itu terjadi sekitar 07:00 pagi ini di kota Fengcheng. Kejadian ini diduga karena standar keselamatan yang longgar, kecelakaan kerja seperti ini tidak biasa.





