ETHIOPHIA – Menteri Transportasi Ethiopia mengatakan berdasarkan data dari kotak hitam pesawat Ethiopian Airlines yang jatuh menunjukkan kesamaan yang jelas dengan kecelakaan sebelumnya di Indonesia.
“Kotak hitam telah ditemukan dalam kondisi baik yang memungkinkan kami untuk mengekstrak hampir semua data di dalam,” kata Dagmawit Moges kepada wartawan, Minggu (17/3/2019) malam, dilansir Aljazeera.
Sejumlah negara dan maskapai penerbangan telah melarang penerbangan Boeing 737 MAX 8s.
Perusahaan itu kini menghadapi tantangan untuk membuktikan bahwa jet-jet itu aman untuk terbang di tengah kecurigaan bahwa sensor dan perangkat lunak yang salah berkontribusi pada dua kecelakaan yang menewaskan 346 orang dalam waktu kurang dari enam bulan.
Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA) telah mengatakan data pelacakan berbasis satelit menunjukkan bahwa pergerakan Ethiopian Airlines Penerbangan 302 mirip dengan Lion Air Flight 610, yang menabrak Laut Jawa di Indonesia pada Oktober, menewaskan 189 orang.
Pesawat-pesawat di kedua tabrakan terbang dengan perubahan ketinggian yang tidak menentu yang bisa menunjukkan pilot berjuang untuk mengendalikan pesawat. Tak lama setelah lepas landas, kedua pilot melaporkan masalah kontrol penerbangan dan mencoba kembali ke bandara tetapi jatuh.
Dalam kasus penerbangan Ethiopian Airlines, kotak hitam telah diserahkan ke badan keamanan udara BEA Prancis, yang bekerja dengan penyelidik AS dan Ethiopia untuk menentukan apa yang salah.
Para pejabat AS mengatakan FAA dan agen keamanan AS NTSB belum memvalidasi data dari kotak hitam.





