PONOROGO – Sekitar 500 warga Desa Singgahan mengalami kesulitan air setelah sumber mata air rusak akibat longsor di Desa Banaran, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Karenanya, mereka mengupayakan mencari sumber air baru untuk memenuhi kebutuhan air bersih di kampungnya. Kepala Urusan Keamanan Dusun Cengkir, Desa Singgahan, Kecamatan Pulung, Budiono mengatakn warga bergotongroyong mencari sumber air baru.
Namun pencarian yang dilakukan Rabu (5/4/2017) kemarin nihil, “Sayangnya upaya pencarian sumber alternatif belum banyak membuahkan hasil,” katanya.
Pencarian sumber air alternatif di Desa Banaran akan dilanjutkan Kamis (6/4/2017) dengan menyusuri beberapa titim sumber air yang ada.
Jika sudah ada gambaran, Pemerintan Desa Singgahan akan mempertimbangkan pembangunan instalasi saluran air bersih baru untuk dialirkan ke ratusan keluarga di Desa Singgahan yang berjarak sekitar lima kilometer.
“Kami belum tahu juga langkah dan persiapan apa yang akan dilakukan setelah sumber yang dicari diketemukan. Tapi yang jelas harus dibangun instalasi baru,” kata dia, kepada Antara.
Selain Desa Singgahan, krisis air bersih juga dialami warga Dusun Kerep Desa Wagir Kidul, Desa Tegalrejo serta Desa Bedrug.
Di Dusun Kerep Desa Wagir Kidul 500-an jiwa kesulitan mendapat air bersih, di Desa Singgahan sekitar 2.000 jiwa, dan sisanya tersebar di beberapa dusun Desa Bedrug dan Tegalrejo.





