Krisis Marawi, 185 Ribu Orang Menderita

Suasana marawi di tengah konflik/ reuters

MANILA – Krisis yang terjadi di Marawi membuat lebih dari 185 ribu warganya menderita. Mereka terusir dari rumah dan harta benda, serta harus menjalani kehidupan yang suram di pengungsian.

Juru bicara presiden Filipina, Ernesto Abella mengatakan, militer Filipina telah memprakarsai gencatan senjata sepihak selama 4 jam pada hari Ahad (4/6) kemarin. Tujuannya, agar pemerintah dan lembaga kemanusiaan bisa masuk memberikan bantuan kepada warga.

“Sampai tadi malam kami laporkan sudah 20 warga sipil yang tewas,” ujarnya pada Senin (5/6) kemarin seperti dilansir Reuters.

Dijelaskan Abella, pemerintah berhasil menyelamatkan dan mengevakuasi 1.467 warga yang terjebak dan baku tembak antara pemberontak dengan tentara. Dengan demikian, total ada 37.649 keluarga yang mengungsi. Pemerintah pun mengaku telah mengirimkan kebutuhan warga seperti pakaian dan makanan selama masa krisis.

Advertisement