BANGLADESH – Sebuah badan bantuan memperingatkan pada hari Minggu bahwa pengungsi Rohingya di Bangladesh dapat meninggal karena kekurangan pangan, tempat tinggal dan ketersediaan air akibat meningkatnya jumlah pengungsi.
Hampir 410.000 anggota minoritas Muslim Rohingya melarikan diri dari negara bagian Rakhine barat ke Bangladesh untuk menghindari serangan militer dimana Perserikatan Bangsa-Bangsa telah mencap sebagai pembersihan etnis.
“Banyak orang yang datang dengan lapar, kelelahan dan tanpa makanan atau air,” Mark Pierce, direktur negara Bangladesh untuk badan bantuan Save the Children mengatakan dalam sebuah pernyataan.
“Saya sangat khawatir bahwa permintaan akan bantuan makanan, tempat tinggal, air dan kebersihan dasar tidak terpenuhi karena banyaknya orang yang membutuhkan. Jika keluarga tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka, penderitaan akan semakin buruk dan hidup bisa hilang. ” tambahnya, dikutip reuters.
Bangladesh telah berpuluh-puluh tahun menghadapi arus masuk Rohingya yang melarikan diri dari penganiayaan di Myanmar yang mayoritas beragama Buddha, di mana orang Rohingya dianggap sebagai migran ilegal.





