DEPOKĀ – Kudeta lanjutan di Turki setelah upaya kudeta gagal pada 15 Juli diperkirakan tidak terjadi karena banyaknya dukungan dari negara lain kepada Turki serta sebagian besar masyarakat Turki tidak menginginkan kudeta.
“Adakah upaya kudeta lanjutan? Tidak akan. Erdogan dan Obama punya keunikan, Erdogan pemimpin muslim baru dan banyak harapan di tangan dia. Sintesa demokrasi dan Islam,” ujar Direktur Eksekutif Madani Center for Development and International Studies (MACDIS) Arya Sandiyudha di Depok, Jumat (22/7/2016).
Ia menuturkan Presiden AS Barack Obama merupakan orang pertama yang mengeluarkan sikap anti kudeta atas terjadinya upaya kudeta di Turki.
Seperti dikutip dari Antara,Ā Arya berpendapat, AS memiliki kepentingan strategis di Turki sehingga mendukung pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan. Kepentingan tersebut adalah agenda besar melawan ISIS di Turki serta pangkalan NATO.





