Kue Rangi Penyambung Hidup Keluarga Ajum

foto dok KNJ

JAKARTA (KBK) – Kerasnya kehidupan Jakarta membuat Kakek Ajum harus sanggup melakoni profesinya sebagai penjual kue rangi keliling. Beratnya beban dagangan yang harus dipikul Kakek Ajum dirasa tak sepadan dengan usianya yang sudah renta.

 

Sejak pukul 7 pagi kakek berusia 88 tahun itu sudah harus keluar dari kontrakanya yang ia sewa Rp 5 ribu per hari di bilangan Pejompongan menuju daerah Kemanggisan, Jakarta Barat untuk menjajakan kue rangi.

 

Debu jalanan Jakarta yang tebal dan kepulan asap kendaraan bermotor yang sarat polusi, merupakan teman setia Ajum dalam mengais rejeki di Ibu Kota. Kendati asap kendaraan selalu lekat dengan Ajum namun dipastikan kue rangi produksinya bersih dan aman konsumsi.

 

Jauh sebelum berjualan kue rangi, Ajum merupakan seorang penjual es mambo. Melihat prospek kue rangi yang lebih menjanjikan membuat kakek 10 cucu itu pindah haluan. Selain itu bahan pokok dan ongkos produksi kue rangi yang lebih ekonomis menjadi alasannya.

 

Per hari lembaran rupiah yang masuk ke saku Ajum tak menentu, kadang banyak namun tak jarang juga ia harus pulang dengan uang pas-pasan dan hanya cukup untuk modal keesokan harinya.

 

“Paling per hari cuma dapat seratus ribu, itu belum dipotong biaya makan dan modal besok,” jelas Ajum yang setiap hari harus menempuh perjalanan sejauh 7 kilo meter untuk berjualan kue rangi.

 

Meski penghasilannya tak menentu, Ajum masih bersyukur karena pekerjaannya halal dan mulia ketimbang ia harus mengemis. Sebagai orang rantauan, setiap seminggu sekali ia sempatkan diri untuk kembali ke daerah asalnya di Tapos, Parung, Bogor, Jawa Barat sekedar untuk berjumpa dengan keluarga dan istri tercinta.

 

Peluh yang membanjiri wajah keriput Ajum selama mencari nafkah di Jakarta seakan sirna dalam sekejap ketika anak dan cucunya menyambut kedatangan Ajum dengan senyum mengembang.

 

Di hari tua Ajum memiliki impian dapat membuka warung kelontong di kampung halamannya. Impian tersebut kini ia terus pupuk dengan doa dan usaha berjualan kue rangi.

Advertisement