Kurang Pengawasan, Hasil Bumi Kalimantan Banyak Dijual di Malaysia

usaha mikro garam/Ilustrasi

NUNUKAN – Indonesia baru saja merayakan kemerdekaan yang ke 71. Namun, dalam beberapa hal di sejumlah wilayah masih belum bisa merasakan hasil bumi negeri sendiri.

Seperti di daerah Nunukan. Beberapa produk pertanian di Kecamatan Krayan, Nunukan, Kalimantan Utara banyak dimakan Malaysia. Hal itu tak lepas dari kondisi perdagangan di daerah perbatasan.

Semua hasil produksi pertanian di Krayan dibawa ke Malaysia. Di antaranya beras dan garam gunung. Pihak Malaysia akan membuka kemasan garam gunung dari Krayan.

Setelah itu, kemasan diganti dengan yang logo Malaysia. Sebab, jika tetap menggunakan kemasan Krayan akan sulit dipasarkan.

“Dengan bebas masyarakat di Malaysia mengganti kemasan hasil produksi pertanian masyarakat Krayan seperti beras dan garam gunung,” kata Sekretaris DOB Kabupaten Krayan Helmi seperti dilansir JPNN, Senin (22/8/2016).

Menurutnya, garam gunung tidak memiliki hak paten sehingga ketika Malaysia ingin menganti kemasannya tidak banyak yang memprotes. Kecuali beras sudah memiliki sertifikat indikasi geografis sehingga Malaysia tidak bisa mengubah kemasannya.

Namun, hal itu ternyata tetap dilakukan Malaysia dan hal itu tidak bisa dibendung.

Sebab, wilayah perbatasan saat ini tidak memiliki pintu masuk yang resmi. Untuk melakukan perdagangan masih berjalan bebas di Krayan tanpa dipungut cukai dan pajak.

“Hasil produksi garam gunung yang banyak ada di Krayan, namun ketika dipasarkan di Malaysia, garam gunung tersebut tidak pernah disebutkan dari Krayan karena pembungkusnya sudah berganti,” ujarnya.

Advertisement