PAPUA – Seorang Bayi laki-laki yang lahir dari seorang ibu di Nduga, Papua, tempat dimana terjadinya konflik bersenjata, diberi nama Pengungsi karena lahir di tempat pengungsian. menangis di pangkuan ibunya. Nafasnya berat, sementara badannya yang demam tanpa ditutupi sehelai kain pun.
“Karena melahirkan dalam hutan, dalam pengungsian, jadi saya kasih nama Pengungsi,” kata Sang Ibu, Jubiana Kogeya, ketika ditanya alasan anak keempatnya itu dinamai Pengungsi.
Pengungsi lahir sekitar empat bulan lalu, ketika ibunya dalam pelarian dari rumahnya di distrik Mugi, untuk menghindari kontak bersenjata antara TNI/Polri dengan kelompok bersenjata pro-kemerdekaan Papua.
Awalnya, Jubiana yang saat itu hamil besar, enggan untuk mengungsi. Sementara, suami dan ketiga anaknya lain kala itu sudah bersiap mengungsi.
“Pada saat penyerangan dan pembakaran di distrik Yigi dan Yal itu saya masih bertahan. Begitu terjadi di Mugi, itu baru mulai bergerak ke luar rumah,” tutur Jubiana kepada BBC News Indonesia.
“Saya melihat suami saya pegang anak-anak di kedua tangannya, akhirnya saya terpaksa ikut mengungsi. Saya dengar di Mugi sudah ada tentara, ada penembakan, pembakaran, akhirnya ke luar rumah, masuk ke hutan,” tambahnya lagi.
Selama berhari-hari, Jubiana dan ketiga anaknya yang masih kecil harus menghadapi cuaca dingin pegunungan dan makan semacam tumbuhan paku yang tumbuh di hutan untuk asupan sehari-hari.
“Saya sendirian, tidak ada yang temani, [saya melahirkan] di bawah pohon.” ujar Jubiana, sambil berupaya menenangkan Pengungsi yang terus menangis.
Dikisahkannya, jika proses melahirkannya seperti mempertaruhkan nyawa. “Saya pikir anaknya sudah meninggal, karena ketika mau melahirkan saya tekan, saya atur sendiri, dia melintang, jadi saya atur. Saya pikir anak ini sudah meninggal,” ungkapnya.
Sejak dilahirkan April lalu, Pengungsi tidak pernah mengenakan baju. Ketika cuaca dingin menerjang, Jubiana hanya bisa memeluk anaknya erat dan menyelimutinya dengan anyaman daun pandan.
“Bikin tikar pakai daun pandan, lalu kasih alas dia, terus peluk dia,” jelas Jubiana.





