Lancar Jaya Sampai H-3

Jalan tol Cipali masih lancar hingga Selasa siang 12 Juni 2018. S3l3pas magrib menjelang H-2 kemacetan mulai terasa.

BERBAHAGIALAH kaum pemudik di Lebaran 1439 H sampai H-3, atau tanggal 12 Juni 2018. Berbagai laporan menyebutkan, jalur kendaraan dari Jakarta hingga kota-kota di Jateng kebanyakan lancar jaya, alias tak mengalami kemacetan parah. Prediksi puncak-puncak kemacetan juga tidak terbukti. Rupanya inilah berkah yang diambil dari “Cuti Bersama” selama 10 hari dan makian banyaknya jalan-jalan tol baru dioperasikan. Tapi pada H-2 atau mulai 12 Juni malam, kemacetan mulai terasa.

Biasanya setiap hendak mudik Lebaran selalu dihantui akan kemacetan di jalan. Begitu macetnya jalan di tol, sampai-sampai pada Lebaran 2016 kemacetan itu menelan korban jiwa sampai 12 orang. Mereka terjebak macet berjam-jam di seputar Brexit, Brebes. Ada yang karena sakit bawaan dari rumah, ada pula yang stress berkepanjangan.

Tapi untuk Lebaran 2018 ini, sampai H-3 rupanya banyak cerita manis yang dibawakan para pemudik dari Jakarta ke berbagai kota di Jateng, Jateng dan DIY. Yuni Hantari dari Karawang misalnya, tahun lalu pulang ke Semarang pakai mobil pribadi sampai 24 jam. Tapi Senin 6 Juni lalu, berangkat dari Karawang pukul 07.00 lewat tol Cipali, pukul 11.30 sudah sampai Semarang.

Begitu juga kisah Andi dari Pamulang (Tangerang), mau mudik ke Bandung ternyata hanya menempuh perjalanan 2 jam saja. Pada Minggu (10/6/2018) lalu, Andi berangkat dari Pamulang sebelum azan magrib. Di Cikampek, Andi mengemudikan mobilnya 80-100 km/jam. Tak terasa, telah tiba di exit pintu Tol Pasteur pukul 20.45 WIB. Tak lama kemudian sampai di rumahnya kawasan Dago, Bandung.

Firman dari Bogor melaporkan hal yang sama. Untuk mudik ke kampung istrinya di Majalengka (Jabar), berangkat dari rumah Minggu (10/6) sekitar pukul 12.30. Sepanjang jalan, Firman hampir tak menemui kemacetan. Dalam perjalanan, dia mengaku sempat mampir ke rest area KM 39. Menurut Firman, kondisi rest area ramai lancar dan tak terlalu dipenuhi pemudik. Firman dan keluarga keluar Tol Kertajati sekitar pukul 16.00 WIB dan tiba di alun-alun Majalengka menjelang magrib.

Pasangan suami istri Adi-Naning dari Cipayung Jakarta Timur begitu juga. Mereka tak mengalami hambatan berarti saat hendak mudik ke Yogyakarta. Berangkat dari rumah pukul 10.30 hari Selasa pagi 12 Juni, pukul 18.30 sudah bisa berbuka di  Batang. Selanjutnya lewat jalan non tol hingga masuk lagi tol Semarang Solo, keluar dari Salatiga, pukul 24.00 sudah sampai tujuan. Ini relative lebih cepat ketimbang menjelang Lebaran tahun-tahun sebelumnya.

Banyak faktor yang menyebabkan mudik Lebaran kali ini demikian lancar jaya. Di samping cuti bersama sampai 10 hari, jalan tol Jakarta ke arah timur sudah sambung menyambung hingga sampai Surabaya. Para pemudik pengguna sepeda motor juga banyak yang mau diangkut pakai kapal gratis, sehingga hal ini cukup mengurangi beban jalan raya.

Yang unik, karena ini tahun politik mudik pun diwarnai politik. Di jalan tol Cipali banyak ditemukan spanduk yang berbunyi: selamat mudik, Anda melewati jalan tol buatan Jokowi. Kata-kata itu sampai muncul karena banyak orang yang menyinyiri terus kebijakan Presiden Jokowi, padahal saat mudik akhirnya pakai juga jalan tol bikinan di era Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi demikian luar biasa ‘memanjakan” pemudik. Setelah Brebes hingga Batang, sebetulnya ruas tol belum siap. Medannya belum rata, tapi diratakan dengan aspal, demi pemudik.  Walhasil kendaraan “turun naik”, untung saja kendaraan dalam kondisi padat merayap.

Sayangnya kelancaran jalan tol ini baru catatan sampai 12 Juni 2019. Tanggal 13 Juni berikutnya atau H-2, kemacetan mulai terjadi seperti biasa. Menjelang pintu tol Cikampek, kemacetan sampai 14 Km. Akhirnya kendaraan baru bisa masuk tol Cipali menjelang fajar. Semoga saja, di hari H-1 kembali lancar adanya. (Cantrik Metaram)

Advertisement