PAPUA – Komandan Kodim (Dandim) 1712/Sarmi Letkol Inf Lamberth Jerry Mailoa kembali menyebutkan ada dua kampung lainnya di Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua, yang dilaporkan rusak akibat terdampak gempa 6,3 SR pada Kamis (20/6/2019).
Dua kampung tersebut adalah Kampung Syoremania dan Kampung Wamariri, Distrik Apawer Hulu.
Menurut dia, laporan tersebut baru diterima pada Senin (24/6/2019) soreĀ dikarenakan jauhnya lokasi dan transportasi serta jaringan komunikasi yang sulit.
“Berdasarkan informasi yang diterima dari Babinsa Koramil 1712-07/Pantai Barat kepada Danramil 1712-07/Pantai Barat terdapat kerusakan rumah dan fasilitas lain di Distrik Apawer Hulu, tepatnya Kampung Syoremania antara lain 1 unit rumah rusak berat, 5 unit rumah rusak ringan, 1 bangunan gereja Adven rusak ringan, dan 1 jembatan kayu Kali Verkame ikut terdampak atua rusak,” katanya.
Lalu, lanjut dia, masih di Distrik Apawer Hulu tepatnya di Kampung Wamariri juga dilaporkan ada 1 unit rumah rusak berat, 1 unit rumah rusak ringan atatu dindingnya retak, 1 gedung SD Inpres semi permanen rusak ringan.
Terkait laporan kerusakan tersebut, Letkol Inf Lamberth mengaku telah berkoordinasi dengan BPBD setempat dan melaporkan hal itu ke jajaran Kodam XVII/Cenderawasih.
Sebelumnya, Kampung Togonfo, Distrik Ismari dan Kampung Munukania, Distrik Sarmi Selatan dilaporkan sebanyak 30-an rumah dan juga gedung gereja serta sekolah rusak ringan dan berat akibat gempa tersebut.
Hal ini juga menyebabkan puluhan KK atau ratusan warga kedua kampung mengungsi hingga ke Sarmi Kota, Kabupaten Sarmi, Papua.





