JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengonfirmasi bahwa jumlah pemudik pada Lebaran 2025 diperkirakan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Badan Kebijakan Transportasi Kemenhub bersama akademisi, jumlah pemudik tahun ini diproyeksikan mencapai 146,48 juta orang, atau sekitar 52 persen dari total penduduk Indonesia.
Angka ini turun sekitar 24 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencatatkan 193,6 juta pemudik.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Budi Rahardjo, menyatakan bahwa survei tersebut dilakukan pada pertengahan Februari 2025 dan menggambarkan potensi pergerakan masyarakat selama masa mudik.
Namun, ia menekankan bahwa survei ini tidak meneliti penyebab spesifik dari penurunan jumlah pemudik. Keputusan akhir masyarakat untuk mudik dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor yang mungkin berubah menjelang Lebaran.
“Mengenai apa penyebabnya tidak menjadi fokus dalam penelitian tersebut sehingga kami tidak dapat menyampaikan penyebab persis dari penurunan tersebut,” jelas Budi, dilansir dari Antara.
Hal serupa juga disampaikan oleh Juru Bicara Kemenhub, Elba Damhuri, yang menegaskan bahwa survei hanya berfokus pada proyeksi jumlah pemudik tanpa mengkaji alasan di balik penurunannya.
“Jumlah pemudik diperkirakan 146,48 juta orang seperti hasil survei Kemenhub. Survei tidak mendalami apa penyebab naik turunnya pemudik. Nah, kapasitas kita tidak untuk menguraikan penyebab turunnya ini. Jadinya (nanti) berandai-andai,” ucap Elba.
Selain itu, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memprediksi bahwa penurunan jumlah pemudik juga akan berdampak pada perputaran uang selama libur Idul Fitri 1446 H.
“Jika tahun lalu asumsi perputaran uang selama Idul Fitri 2024 mencapai Rp157,3 triliun, maka asumsi perputaran uang libur Idul Fitri 2025 diprediksi mencapai Rp137,9 triliun,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Otonomi Daerah Sarman Simanjorang dalam keterangan di Jakarta, belum lama ini.
Menurut Sarman perhitungan ini didasarkan pada jumlah pemudik tahun ini yang diproyeksikan sebanyak 146,48 juta orang, atau sekitar 36,26 juta keluarga.
Dengan asumsi setiap keluarga membawa dana sekitar Rp3,75 juta, maka perputaran uang diperkirakan mencapai angka tersebut.
Jika rata-rata uang yang dibawa meningkat menjadi Rp4 juta per keluarga, maka perputaran ekonomi dapat mencapai Rp145 triliun.
Meskipun angka ini masih bisa berubah, tren penurunan jumlah pemudik dan dampaknya terhadap ekonomi menjadi perhatian dalam perencanaan transportasi dan ekonomi nasional selama musim mudik tahun ini.




