
SUDAN SELATAN – Lebih dari 3.000 warga Sudan Selatan melarikan diri ke negara tetangga Uganda pada hari Selasa (4/4/2017) setelah tentara pemerintah menyerang kota perbatasan Pajok, dengan membunuh pria, wanita dan anak-anak tanpa pandang bulu.
Serangan oleh pasukan SPLA pemerintah adalah serangan terbaru di kota-kota selatan dekat perbatasan Uganda setelah perang saudara selama tiga tahun menyebar di seluruh bangsa termuda di dunia.
Sementara itu pejabat pemerintah Sudan Selatan tidak dapat segera dimintai keterangan atas serangan tersebut.
“Jika Anda berlari, Anda tertembak. Jika Anda ditangkap Anda akan disembelih,”kata Lokang Jacky, salah satu warrga sambil menggambarkan jari telunjuknya di lehernya sebagai bentuk penekanan, sebagaimana dilansir Reuters.
Pengungsi dan pejabat intelijen Uganda mengatakan pertempuran dimulai pukul 8.00 pagi pada hari Senin dengan serangan terjadi tiga cabang di kota, dimana terdapat rumah bagi 50.000 orang.



