Lebih dari Satu Juta Orang Melarikan Diri dari Afrin

Ilustrasi Warga sipil Afrin mengungsi/ Al Jazeera
AFRIN – Selama 48 jam terakhir, kota Afrin dilaporkan telah ditargetkan oleh serangan udara Turki, air dan internet telah terputus di wilayah tersebut.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Sabtu mengatakan pasukannya akan berada di dalam Afrin dalam hitungan hari, namun karena alasan kemanusiaan, mereka meluangkan waktu untuk  mencegah kematian warga sipil.

Kelompok pemantau Hak Asasi Manusia Suriah mengatakan lebih dari satu juta orang sekarang berada di kota dan desa Afrin di sekitarnya setelah melarikan diri dari pertempuran tersebut.

“Kami mendengar dari orang-orang di dalam kota itu sendiri bahwa kebanyakan rumah menampung empat sampai lima keluarga dengan jumlah orang yang telah pindah karena serangan ini ke kota,” Fisher melaporkan,  dilansir Aljazeera.


Erdogan mengatakan pada hari Minggu tentara Turki dan pemberontak Suriah sekutu sekarang hanya empat sampai lima kilometer dari Afrin.

Presiden Turki mengatakan sejauh ini 950 kilometer persegi distrik tersebut telah ditangkap saat serangan militer. Operasi itu bukan untuk “menduduki” tapi “membebaskan”, katanya, lalu menyerahkannya kepada warga.

“Di wilayah Afrin, pemilik tanah sudah mulai kembali,” kata Erdogan.

Sementara itu ddalam sebuah pernyataan ke Dewan Keamanan PBB pada hari Minggu, dewan Kurdi yang memerintah Afrin menuntut tanggapan terhadap serangan Turki.

“Masyarakat internasional harus mendukung perlawanan orang-orang Afrin dan menghentikan kebekuan terhadap serangan invasif,” katanya, meminta DK PBB untuk membangun zona larangan terbang di atas Afrin.

Advertisement