JAKARTA – Menderita kelainan fisik sejak lahir tidak membuat Muhidin (65) nekat merantau ke Jakarta bersama istrinya untuk mengadu nasib dengan harapan mendapat kehidupan yang lebih baik.
Namun sayang karena keterbatasan fisik dia sulit mendapat pekerjaan dan terpaksa mengelandang dan menjadi penarik gerobak sampah di daerah Pancoran, Jakarta Selatan.
Di Jakarta dia pun hidup sendiri karena ditinggal sang istri. Sejak dia ke Jakarta pun dia belum pernah lagi bertemu dengan keluarganya selama 20 tahuun.
“Waktu menggelandang di Pancoran, ia terkena penjangkauan oleh petugas yang berada di sana. Akhirnya Muhidin dibawa ke Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 2 Jelambar, karena kondisinya yang lanjut usia,” ungkap Setyaningsih, Satuan Pelaksana Pembinaan Sosial Sasana Tresna Werda Budi Mulia 2 Jelambar.
Ia melanjutkan, ketika di panti, Muhidin sangat ingin pulang ke kampung halamannya untuk berkumpul kembali dengan keluarganya.
Namun tidak ada informasi sedikitpun mengenai keberadaan keluarganya. Muhidin hanya ingat nama kelurahan asal keluarganya berada.
Pihak panti pun mencoba menelusurinya dengan cara mencari nomor telepon Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Banjar Bolang, Pemalang, Jawa Tengah. Tapi tidak membuahkan hasil.
Pihaknya pun mencoba lagi dengan melakukan penelusuran melalui media sosial twitter.
Ternyata ada akun salah seorang warganet yang mengenali Muhidin. Petugas pun segera merespon dan mencari tahu informasi keluarga Muhidin.
“Akhirnya kami dapat kontak keluarganya. Sekarang Muhidin telah dipertemukan dan dijemput keluarga. Keluarganya beralamat di Desa Banjarsari Kecamatan Bandar Bolang Kabupaten Pemalang Jawa Tengah. Keinginannya di usia senja dapat terpenuhi juga,” kata Setyaningsih, dikutip Tribun Jabar.





