Lima Warga Bojonegoro Meninggal Akibat DBD

Ilustrasi

BOJONEGORO – Lima warga di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, meninggal dunia akibat Demam Berdarah Dengue (DBD),  dari 247 penderita sejak awal tahun 2018 ini.

Kasi Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro Wheny Dyah mengatakan jumlah korban meninggal tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu. Hanya saja jumlah penderita DBD tahun ini mengalami peningkatan sekitar 30 persen dibandingkan tahun lalu.

“Dalam waktu yang sama jumlah penderita DBD tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun lalu, tapi jumlah korban meninggal menurun dibandingkan tahun lalu,” katanya menegaskan, dikutip Antara.

Menurutnya, empat korban meninggal akibat DBD semuanya anak-anak dengan usia berkisar 3-9 tahun. Satu korban lainnya berusia 38 tahun.

Menurut dia, meningkatnya jumlah penderita DBD tidak terpengaruh musim hujan. Tapi sepanjang ada sarang nyamuk dan genangan air bersih bisa memunculkan nyamuk “aedes aegypti”.

Dia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan memberantas sarang nyamuk aedes aegypti dengan melakukan gerakan 3 M (menguras, menutup dan mengubur) plus yaitu abatisasi atau menaruh ikan di bak/kolam penampungan.

Pemberantasan sarang nyamuk, lanjut dia, seyogyanya dilakukan sepekan sekali dengan kontinyu terutama dilakukan sebelum musim penularan terjadi.

 

Advertisement