JAKARTA, KBKNEWS.id – Pemadaman listrik yang melanda Batam, Kepulauan Riau, sejak Senin (12/10/2026) mengganggu aktivitas warga.
Selain listrik padam, pasokan air bersih ikut terhenti dan jaringan telepon dilaporkan terganggu. Kondisi tersebut diperburuk kabut asap yang menyelimuti wilayah setempat.
Aftah, warga Tiban, dilansir Republika.co.id, mengatakan listrik di tempat tinggalnya padam sejak Senin sekitar pukul 06.30 WIB. Listrik baru kembali menyala sekitar tengah malam. Namun, pada Selasa (13/10/2026) pagi, pemadaman kembali terjadi.
Gangguan tersebut membuat air di rumahnya tidak mengalir karena sistem pasokan air turut bergantung pada listrik. Kantor tempat Aftah bekerja juga terpaksa mengandalkan generator untuk tetap beroperasi. Sejumlah anak sekolah dilaporkan diliburkan akibat kondisi tersebut.
Pemadaman juga dirasakan warga di Tanjungpinang, Pulau Bintan. Ani, warga Batam yang sedang berada di wilayah tersebut, membenarkan adanya gangguan listrik.
PT PLN Batam menyatakan gangguan sistem kelistrikan terjadi pada Senin pukul 06.37 WIB. Berdasarkan indikasi awal, gangguan diduga dipicu masuknya hewan liar ke area Gardu Induk Sungai Harapan. Penyebab pastinya masih dalam penyelidikan.
PLN menyebut pemulihan dilakukan secara bertahap sejak Senin malam, mulai dari pemeriksaan pembangkit hingga penormalan jaringan transmisi dan distribusi. Pada Selasa pukul 04.00 WIB, sekitar 98 persen pelanggan telah kembali menikmati listrik dan 99 persen beban yang sebelumnya padam telah pulih.
Di tengah kejadian tersebut, kebutuhan listrik Batam juga menjadi perhatian seiring pertumbuhan industri pusat data di Nongsa Digital Park. Beban puncak listrik diproyeksikan meningkat dari 841 megawatt pada 2026 menjadi 2.540 megawatt pada 2035.
Meski demikian, PLN belum menyatakan pertumbuhan pusat data sebagai penyebab pemadaman kali ini. Gangguan yang terjadi masih dikaitkan dengan dugaan masalah di Gardu Induk Sungai Harapan.





