
INDONESIA menjadi salah satu mitra China yang berambisi memenangkan perlombaan global untuk menemukan vaksin melawan virus SARS CoV-2 penyebab Covid-19.
Sejauh ini 2.400 kandidat Vaksin Covid-19 yang dikirim oleh industri farmasi China, Sinovac yang memproduksinya sedang menempuh uji klinis tahap ketiga oleh PT Bio Farma, Bandung, perusahaan BUMN yang bergerak di bidang indsutri farmasi.
Jika uji klinis berjalan lancar, kata Dirut PT Bio Farma Honesti Bashir (29/7), diharapkan pada kuartal-I 2021 vaksin yang ditunggu-tunggu untuk memerangi Covid-19 diharapkan sudah bisa diproduksi 150 juta dosis, sebagian dialokasikan untuk Indonesia.
Namun Bashir juga mengingatkan, uji klinis bisa saja berpeluang gagal, tidak cocok digunakan di Indonesia atau negara mitra lainnya di luar China atau bisa juga menimbulkan alergi atau hypersensitive.
Bagi Biofarma, pengembangan vaksin Covid-19 hanya lah salah satu skenario perusahaan memerangi Covid-19 selain pembuatan rantai reaksi polimerase (Polymeraze Chain Reaction-PCR), terapi plasma convalesen, laboratorium mobil BL3 dan viral transport media.
Selain dengan Indonesia, Sinovac saat ini juga sedang melakukan uji klinis fase ke-3 kandidat vaksin produksinya dengan Brazil dan India – dua negara – yang cukup parah diserang Covid-19.
Menurut catatan Badan Kesehatan Dunia (WHO), sudah ada sekitar 170 bakal vaksin yang dikembangkan sejumlah negara, 26 diantaranya sedang diujicobakan pada manusia, lima diantaranya diajukan China.
Rangkaian tahapan diuji cobakan terhadap bakal vaksin sebelum dipasarkan, mulai pra-uji klinis, uji klinis in vitro (dengan media sel atau jaringan) dan in vivo ke tubuh hewan dan manusia guna memastikan keamanan, khasiat, efek samping, dosis serta durasi pengobatannya.
Bakal vaksin yang sudah pada fase tiga uji coba sejauh ini a.l. buatan Moderna, AS, AstraZeneca dan Oxford University, Inggeris, sementara Belanda, Itali, Jerman dan Perancis juga berkolaborasi untuk menemukan vaksin Covid-19.
Akibat belum ditemukannya vaksin, pasien Covid-19 terpaksa diobati dengan obat-obat melawan penyakit penyertanya seperti avigan pelawan influenza, hydrochloroquinine anti malaria dan remdesivir untuk melawan infeksi virus ebola.
Sampai Selasa (21/7) tercatat 14.665.405 orang positif terinfeksi Covid-19. 609 orang diantaranya meninggal, terbanyak di AS (140.397), disusul Brazil (80.120) dan Inggeris (41.397), sedangkan di Indonesia (22/7) ada 91.751 warga terpapar dan 4.459 meninggal.
Mengingat paling cepat, vaksin Covid-19 baru bisa diproduksi awal 2021, kepatuhan warga dunia terhadap protokol kesehatan dengan mengenakan masker, jaga jarak, sering menyuci tangan dan menerapkan pola hidup sehat, tetap harus terus dijaga.
Kolaborasi dan perang bersama melawan Covid-19 harus digelorakan terus.




