Longsor dan Pergerakan Tanah di Cianjur, Puluhan KK Terisolasi

Ilustrasi Jembatan penghubung empat Desa di Pandeglang putus diterjang banjir/ Liputan6.com

CIANJUR –  Bencana alam longsor dan pergerakan tanah terjadi di Desa Sukabungah, Kecamatan Campakamulya, Cianjur, Jawa Barat.

Bencana tersebut menyebabkan 15 rumah dan satu masjid rusak sedang, 104 rumah terancam serta jembatan penghubung antar desa ambruk, menyebabkan tiga kedusunan dengan 73 kepala keluarga terisolasi, sejak Kamis (3/12/2020).

Kepala Desa Sukabungah, E Juanda saat ditemui di lokasi Jumat mengatakan longsor dan pergerakan tanah terjadi seiring hujan deras dengan intensitas lebih dari tiga jam mengakibatkan terjadinya longsor dan pergerakan tanah di sebagian besar wilayah tersebut, sehingga hampir 100 kepala keluarga terpaksa diungsikan.

“Pergerakan tanah melanda sebagian besar perkampungan yang terletak di pinggir Sungai Cisokan yang membentang di wilayah kami. Selain mengancam perkampungan, pergerakan tanah menyebabkan Jembatan Kreman yang merupakan jembatan utama penghubung Sukabungan dengan Desa Campakamulya ambruk,” katanya, dikutip Antara.

Akibat kondisi itu aktivitas warga, terutama perekonomian terhambat.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya bersama warga sekitar membangun jembatan darurat dari bambu yang hanya dapat di lalui pejalan kaki, di samping Jembatan Kreman yang ambruk, sedangkan kendaraan roda dua harus dituntun agar tidak tergelincir karena landasan jembatan licin.

Pihaknya berharap dinas terkait di Pemkab Cianjur segera memperbaiki jembatan yang ambruk agar aktivitas warga kembali berjalan normal, terlebih jembatan tersebut, merupakan akses terdekat warga menuju puskesmas, sekolah dan pusat kecamatan serta jalan utama Campakamulya.

 

Advertisement