Longsor di Filipina, 28 Tewas 30 Orang Hilang

Ilustrasi/ reuters

MANILA–Badai tropis Kai-Tak sebabkan banjir dan longsor di sejumlah tempat. Laporan dari pihak berwenang sementara, sedikitnya 28 orang tewas dan 30 dinyatakan hilang. Hingga kini petugas masih melakukan pencarian dengan menggunakan alat berat.

Dilansir AFP, Senin (18/12/2017), banjir dan longsor melanda timur Filipina pada akhir pekan lalu. Badai ini bergerak ke arah barat negara kepulauan hingga Senin ini.

Sebagian besar korban tewas berada di Pulau Biliran, yang mengalami bencana longsor paling parah. Banyak rumah tertimbun di daerah ini. Tim penyelamat yang mencari korban di pulau itu pesimis masih ada korban selamat yang akan ditemukan.

“Ada anggapan bahwa yang hilang sudah mati,” Sofronio Dacillo, seorang petugas pengurangan risiko bencana.

Lahan pertanian di kawasan dengan populasi 140 ribu orang ini juga mengalami kerusakan parah. Demikian halnya dengan jalan, jembatan, dan infrastuktur lainnya. Pasokan listrik juga dihentikan sementara hingga Rabu mendatang.

“(Kondisi) ini seperti hujan dua bulan yang jatuh pada satu hari di Biliran. Dan karena ini, tanah benar-benar melunak dan itulah sebabnya mengapa banyak jembatan hancur,” kata juru bicara Presiden Rodrigo Duterte, Harry Roque.

Duterte dijadwalkan mengunjungi Biliran pada hari Senin untuk memeriksa kerusakan dan upaya penyelamatan, kata Roque.

Advertisement