Longsor Ponorogo, 26 Masih Hilang dan 300 Warga Masih Mengungsi

PONOROGO – Hingga kini, tim gabungan dari  BPBD, TNI, Polri, Basarnas, Tagana, PMI, SKPD, NGO, relawan dan masyarakat belum berhasil menemukan 26 korban longsor Ponorogo.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan tidak mudah dalam melakukan pencarian karena lokasi yang tertimbun longsor luas dan material yang menimbun rumah dan korban tebal. Di beberapa lokasi ketebalan mencapai 20 meter.

Sebanyak 1.655 personil SAR gabungan dari erus melakukan pencarian 28 korban yang tertimbun longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. Sebelumnya sudah ditemukan dua jenazah korban.

Selain kendala tersebut, kata dia, terdapat persoalan cuaca, aksesibilitas menuju lokasi, keterbatasan peralatan dan komunikasi serta bahaya susulan longsor.

Sementara itu, dia mengatakan 300 jiwa masih mengungsi di rumah kepala desa dan kerabat terdekat. Pengungsi memerlukan bantuan kebutuhan dasar, seperti makanan, air bersih, pakaian, selimut dan kebutuhan lainnya. Dari 35 KK atau 128 jiwa yang terdampak langsung, 100 jiwa berhasil menyelamatkan diri dan 28 jiwa tertimbun longsor.

“Mereka yang berhasil menyelamatkan diri tidak sempat membawa apa-apa saat longsor menerjang rumahnya. Sedangkan 200 jiwa pengungsi lainnya adalah warga masyarakat di sekitar longsor yang mengungsi karena takut aka nada longsor susulan. Pengungsi masih trauma karena anggota keluarga yang hilang dan kondisi saat longsor yang menerjang disertai bunyi gemuruh,” katanya.

Advertisement