Longsoran Tanah yang Mengisolir Lima Desa di Luwu Mulai Terbuka

0
61
ilustrasi Puluhan rumah di Flores dilaporkan tertimbun longsor/ Foto: Antara

LUWU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, menyatakan sebagian longsoran tanah yang menutup jalan poros mulai diatasi sehingga membuka akses menuju lima desa yang sebelumnya terisolir.

“Baru dua desa yang tembus ini. Masuk ke Desa Ilan Batu ke Ilan Batu Uru, sudah tembus ke sana. Sisa di atasnya lagi masih ada beberapa titik longsoran, ” kata Sekretaris BPBD Kabupaten Luwu, Aminuddin.

Sejauh ini tim dari Dinas Prasarana Umum masih melakukan pembersihan material longsoran yang berada pada beberapa titik di Kecamatan Walenrang Barat yang terdampak bencana longsor, Minggu, 3 Oktober 2021.

Kemudian untuk titik kedua longsoran di Desa Santandung, kata dia, terdapat satu dusun di sana juga masih terisolasi. Kendati demikian, tim terus bekerja membersihkan longsoran agar bisa segera tembus dilalui kendaraan.

Ia mengungkapkan, empat alat berat telah diturunkan untuk membersihkan longsoran tanah menutupi akses jalan. Dua alat berat di Walenrang Barat, satu alat berat di Santandung, dan satu lagi alat berat mengerjakan pengerukan sendimen lumpur di Sungai Makawa.

“Sebagian masyarakat yang terisolir di Walenrang Barat, bantuan logistik kita upayakan lewat roda dua. Saat ini sudah bisa tembus sampai Desa Ilan Batu. Tapi desa lainnya yang terisolir belum dapat bantuan,” katanya.

Kendala lain yang dihadapi, ungkap Amiruddin, jaringan sinyal komunikasi sulit tembus, sehingga tim relawan yang bergerak masuk ke dalam lokasi belum diketahui sudah sampai titik mana saja, dan kini masih menunggu informasi tim relawan dari atas.

Data BPBD setempat, terdapat lima desa yang terisolasi yakni Desa Ilanbatu Uru, Desa Lewandi, Desa Lamasi Hulu, Desa Lempang dan Lempang Pasang.

Selain upaya membuka akses jalan bagi desa terisolir, BPBD bersama Dinas Sosial, Tagana telah membuka posko dan dapur umum bagi korban terdampak banjir bandang di sejumlah kecamatan di Kabupaten Luwu.

“Mulai hari ini ada di posko induk sendiri. Ada mobil dapur BPBD, mobil dapur dari Kusdial. Kemudian posko dapur umum untuk masyarakat Desa Santandung. Masuk juga dari Tagana Luwu Utara berposko Masjid Bolong,” ujarnya, dikutip Antara.

 

Advertisement div class="td-visible-desktop">