Lonjakan Covid-19 Tak Hanya di India

Ritual penyucian diri di Sungai Gangga, salah satu penyebab ledakan jumlah orang tepapar Covid-19. Indonesia juga bersiap-siap mengantisipasi rangkaian ritual dan budaya jelang dan pasca Idul Fitri 1442H.

GELOMBANG kedua serangan Covid-19  tidak hanya di India yang disebut-sebut sebagai tsunami serangan pandemi global akibat virus corona SARS-CoV2 dan sejumlah variannya tetapi juga terjadi di sejumlah negara di Asia lainnya.

Di India sendiri, layanan kesehatan nyaris kolaps akibat rekor-demi rekor penambahan kasus paparan Covid-19 yang dipecahkan berturut-turut dalam sepekan terakhir ini yang pada Minggu (2/5) melampaui 400.000 orang dan angka kematian di atas 3.500 orang.

Selain kewalahan menerima lonjakan pasien baru, negara Bollywood ini juga kekurangan tabung-tabung oksigen yang hanya bisa diperoleh di pasar gelap dengan harga beberapa kali lipat. Bala bantuan oksigen, vaksin dan keperluan lain juga mulai berdatangan dari manca negara seperti Amerika Serikat dan Rusia.

Korban-korban Covid-19 yang tidak bisa tertolong terpaksa dikremasi di lapangan terbuka  dengan tumpukan kayu-kayu bakar seadanya mengingat krematorium juga kewalahan menampung korban meninggal akibat Covid-19.

Kisah tragis dialami seorang pria warga kota Agra, Negara Bagian Uttar Pradesh bernama Amnol Goval yang  memohon-mohon pada petugas RS untuk tidak mencabut selang oksigen yang dipasang pada ibunya yang kesulitan bernafas akibat terpapar Covid-19.

Petugas RS tidak menggubrisnya, dan tetap mencabut selang oksigen dari ibunya karena harus dipasang untuk menyelamatkan nyawa pasien VVIP, sehingga ibunya menghembuskan nafas satu jam setelah selang oksigen dilepas paksa.

Filipina, juga termasuk salah satu negara yang mengalami lonjakan kasus Covid-19, dari rata-rata penambahan sekitar 3.000 kasus per hari antara November 2020 sampai Januari 2021, naik tajam dan mencapai puncaknya sebanyak 15.280 kasus pada 2 April.

Pada pekan-pekan ini, angka penambahan harian rata-rata sudah agak reda walaupun masih relatif tinggi dengan delapan sampai sembilan ribuan kasus baru per hari dan totalnya sekitar satu juta pengidap Covid-19.

Angka penyebaran Covid-19 di Pakistan, sejak awal pandemi pada Juni 2020 rata-rata lima sampai enam ribu kasus per hari dan sempat turun menjadi 500 sampai 600 kasus pada Oktober 2020, namun trennya naik lagi pada Desember dan sejak April rata-rata di atas 4.000 kasus baru.

Sampai Asia Tengah

 Sementara negara di Asia Tengah, Kazakhstan yang angka kasus-kasus Covid-19nya sempat turun selama September sampai Oktober 2020 menjadi rata-rata 60 sampai 70 kasus per hari, melonjak lagi pada 20 April 2021 sampai 3.000 kasus per hari.

Di negara jiran, Malaysia Kasus aktif Covid-19 menembus angka 30.000 pada Minggu (2/5, setelah ada penambahan 3.418 kasus harian baru dan otoritas kesehatan negeri itu mengungkapkan, jumlah pasien kritis meningkat 62 persen hanya dalam dua minggu terakhir ini, menyebabkan layanan ICU di mayoritas rumah-rumah sakit besar kewalahan.

Sedangkan Singapura yang selama berbulan-bulan terbebas dari kluster komunal penyebaran Covid-19 mengungkapkan 16 kasus baru dari kluster aktif berasal dari seorang petugas kebersihan dan seorang petugas imigrasi.

Jumlah paparan Covid-19 harian yang semula hanya puluhan sampai 100 kasus di Thailand, melonjak sampai 900-an pada Februari 2021 dan bertengger di atas 1.500 kasus sejak April, begitu juga angka kematian, mencapai 21 orang atau tertinggi (2/5), padahal sebelumnya tidak pernah mencapai dua digit.

Sedangkan di Indonesia, rata-rata penambahan harian korban paparan Covid-19 yang sempat melonjak sampai 15.338 kasus pada 30 Januari, mulai mereda dan rata-rata di bawah 10.000 kasus per hari sejak medio Februari walau angka kematian masih relatif tinggi (sampai 200-an per hari).

Munculnya kluster-kluster baru seperti pasar-pasar dan pusat perbelanjaan dan  tempat ibadah di tengah Ramadhan dan juga kluster mudik menjelang dan pasca Idul Fitri membayangi lonjakan penyebaran Covid-19.

Selaian itu, euforia sebagian warga yang sudah divaksinasi, petugas yang kelelahan mengawasi pelaksanaan prokes 5M juga dikhawatirkan bisa memicu gelombang kedua ledakan penyebaran Covid19.

Waspada dan waspada lah serta tetap patuhi prokes 5M (Megenakan masker, Menjaga jarak, sering Mencuci tangan, Menghindari kerumunan dan Menunda perjalanan) demi keselamatan berama.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisement