Lula Kembali Pimpin Negeri Samba

Presiden Brazil 2003 - 2010 Luis Inacio Lula (77) menang tipis dalam pilpres putaran ke-2 Minggu (30/10) dari lawannya, Presiden petahana, Jair Bolsonaro sehingga memimpin untuk periode jabatan presiden 2022 - 2029.

LUIS Inacio Lula (77) yang menjabat Presiden Brazil 2003 – 2010 menang tipis dari presiden petahana Jair Bolsonaro dalam pilpres putaran ke-2 yang digelar di negeri Samba itu, Minggu (30/10).

Lula yang berhaluan politik kiri berhasil comeback menjadi orang pertama di Brazil, berdasarkan perhitungan Pengadilan Tertinggi Pemilu Brazil, mengumpulkan 50,9 persen suara dibandingkan Bolsonaro yang hanya mampu meraup 49,1 persen.

Pada putaran pertama Pilpres yang digelar awal Oktober lalu, perolehan suara keduanya juga tak terpaut jauh yakni 48 persen untuk Lula dan 43 persen Bolsonaro sehingga karena di bawah 50 persen, diulang kembali pada putaran ke-2.

Lula yang akan dilantik sebagai presiden,  1 Januari 2023 dalam orasi kemenangannya berjanji akan menyatukan rakyat Brazil yang terbelah selama pilpres dan akan menjaga kelestarian Hutan Tropis Amazon yang meniadi sorotan in’tl akibat deforestasi tak terkendali.

Walau pun berhaluan sayap kiri, Lula dikenal sebagai sosok moderat dan pragmatis dimana popularitasnya mencapai tertinggi (87 persen) sepanjang sejarah Brazil, walau akhirnya ia terjungkal karena tuduhan skandal korupsi.

Lula bahkan meringkuk di bui selama 18 bulan walau pun akhirnya dibebaskan karena tidak cukup bukti atas kesalahannya, dan diduga hakim yang memvonisnya bias karena ternyata para pendukung Bolsonaro.

Namun empati para calon pemilih sempat anjlok pada keduanya saat debat yang digelar Jumat lalu (28/10),karena alih-alih memaparkan program perbaikan ekonomi yang terpuruk akibat krisis global, mereka malah terjebak pada persoalan pribadi.

Lula menghina Bolsonaro sebagai pedofil dan kanibal dalam sejumlah kebijakan politiknya, sebaliknya Bolsonaro menuding Lula sebagai penyembah setan.

Brazil di tengah krisis global akibat Perang Rusia – Ukraina dan perubahan iklim termauk 28 negara yang meminta talangan dari IMF akibat kesulitan ekonomi yang dialaminya, tercermin dari angka inflasi yang mencapai 12,3 persen, April lalu atau tertinggi selama 26 tahun.

Bolsonaro sendiri dinilai gagal membawa rakyatnya keluar dari pandemi Covid-19 bahkan Brazil termasuk negeri dengan jumlah korban terpapar dan meninggal terbanyak ke-5 setelah AS, India, Perancis dan Jerman.(Pada 31 Okt. tercatat 34,86 juta terpapar dan 688 ribu lebih meninggal.

Di era kepemimpinannya kedua kali ini (2022 – 2029), Lula akan diuji apakah mampu membawa negaranya keluar dari resesi global yang sudah di hadapan mata. (AFP/ns)

 

 

 

 

 

 

 

Advertisement