MAMUJU UTARA – Opa, bocah 12 tahun yang mengalami kelumpuhan, sehari-hari tinggal sendirian di sebua gubuk berdinding papan bekas dan terpal jika ayahnya pergi bekerja, karena sang ibu dan saudaranya sudah meninggal.
Warga Dusun Kabuyu Tua, Desa Martasari, Kecamatan Pedongga, Mamuju Utara, Sulawesi Barat ini menjalani hidupnya seperti itu selama bertahun-tahun. Opa terpaksa dirawat di rumah berukuran 3×4 meter tanpa kamar dan tanpa penerangan listrik, sebagaimana dilansir Sindonews, Kamis (4/5/2017).
Hanya terlihat tumpukan kasur bekas dan bantal yang sudah lusuh, tempat Opa bersama ayahnya yang hidup sebagai buruh tani untuk berbaring.
Kondisi tubuhnya yang lumpuh membuatnya harus merangkak keluar gubuk dan duduk di pinggir Sungai Batangkayu menanti sang ayah pulang bekerja. Kadang tetangganya membantu Opa untuk mandi dan makan.
Keterbatasan fisik juga membuat Opa tak menerima pendidikan dikarenakan sekolah berkebutuhan khusus di daerah ini hanya berada di ibu kota kabupaten yang jaraknya ratusan kilometer dari tempat tinggalnya.
Baco Pakir, ayah Opa, mengaku sering didata oleh pihak pemerintah. Namun, dia dan anaknya tidak pernah mendapatkan bantuan. Kini, ayah dan anak ini hanya bisa berharap bantuan pihak pemerintah dan dermawan.





