spot_img

Magnet bumi melemah, mahluk aneh muncul

MELEMAHNYA medan magnet bumi sejak lebih 500 juta tahun lalu bahkan bahkan hampir runtuh seluruhnya selama berjuta-juta tahun menyebabkan kemunculan makhluk hidup aneh yang tidak  ada sebelumnya.

Medan magnet bumi  tercipta akibat pergerakan besi cair di inti luar bumi. Tanpa keberadaannya, air yang ada di permukaan bumi akan menghilang terkena angin matahari.

Sedangkan fungsi medan magnet bumi adalah untuk melindungi makhluk hidup dari radiasi sinar kosmik, alat navigasi manusia dan hewan, serta menjaga atmosfer dari partikel luar angkasa serta berfungsi sangat penting bagi makhluk yang hidup di dumi.

Profesor geofisika University of California John Tarduno mengungkapkan (Kompas, 10/5), medan magnet bumi pernah hampir hilang pada periode Ediakara sekitar 500 juta tahun lalu.

“Proses yang menciptakan medan magnet menjadi sangat tidak efisien setelah miliaran tahun sehingga medan magnet hampir runtuh seluruhnya,” ungkap John Tarduno dalam jurnal Communications Earth & Environment yang terit, 2 Mei 2024.

Para peneliti menemukan, medan magnet bumi hampir hilang sekitar 591 juta tahun yang lalu. Kekuatannya saat itu secara signifikan lebih lemah dibandingkan kondisinya saat ini.

Medan magnet melemah selama jangka waktu yang lama, setidaknya 26 juta tahun. Lemahnya medan magnet bumi terjadi pada periode Ediakara saat hewan-hewan dengan struktur lebih kompleks pertama kali muncul dari dasar laut.

Menurut Tarduno, medan magnet pada periode Ediakara berada pada tahap akhir, bahkan hampir menghilang sepenuhnya, namun  untungnya, suhunya cukup dingin sehingga inti bagian dalam mulai terbentuk (memperkuat medan magnet),” lanjutnya.

Ediakara adalah periode geologi ketiga dan terakhir paa era Neoproterozoikum  berlangsung dari 635 – 541 juta tahun lalu di mana waktu tersebut bukan didasarkan stratigrafi melainkan didefinisikan secara kronometrik.

 Hewan berstruktur kompleks

Pada periode Ediakara, hewan berstruktur kompleks memang muncul dari dasar laut untuk pertama kalinya. Ini terjadi seiring meningkatnya kadar oksigen di atmosfer dan lautan. Namun saat medan magnet Bbmi lemah, hewan-hewan aneh lalu bermunculan.

Hewan yang munculi a.l. berupa Dickinsonia dengan bentuk seperti kipas, tabung, donat, dan cakram. Dikutip dari National Geographic (24/9/2018). Dicksinsonia yang merupakan mahluk berbadan lunak dengan ukuran dua meter adalah salah satu hewan tertua di bumi yang hidup sekitar 570-540 juta tahun lalu.

Makhluk tersebut  berbentuk mirip daun bergaris-garis. Dickinsonia diyakini punah 540 juta tahun lalu. Sebelum kemunculan makhluk aneh tersebut, bumi sebagian besar dihuni makhluk bersel tunggal dan mikroskopis.

Para peneliti percaya medan magnet yang lemah mungkin menyebabkan peningkatan kadar oksigen sehingga memungkinkan makhluk hidup awal yang kompleks berevolusi.

Menurut Tarduno, beberapa makhluk hidup awal memang hidup dengan kadar oksigen rendah, seperti spons dan hewan mikroskopis.

Namun, hewan berukuran lebih besar dan tubuh kompleks seperti Dickinsonia butuh lebih banyak oksigen untuk hidup dan bergerak dan penelitian mengungkapkan, peningkatan oksigen selama periode Ediakara terjadi karena munculnya organisme fotosintetik seperti Cyanobacteria yang mampu menghasilkan oksigen.

“Oksigen terus menumpuk di dalam air seiring berjalannya waktu,” jelas profesor geobiologi di Virginia Tech, Shuhai Xiao yang juga terlibat dalam penelitian ini.

Namun, penelitian tersebut juga menyarankan hipotesis alternatif berupa anggapan oksigen bertambah seiring anggapan hilangnya lebih banyak hidrogen menuju luar angkasa ketika medan magnet bumi lemah.

“Magnetosfer melindungi bumi dari angin matahari sehingga menahan atmosfer bumi. Jadi, magnetosfer yang lebih lemah berarti gas yang lebih ringan seperti hidrogen akan hilang dari atmosfer Bumi,” tambah Xiao.

Tarduno meyakini, kedua proses ini kemungkinan terjadi secara bersamaan sehingga menambah kadar oksigen dan memicu evolusi makhluk hidup. Sementara itu, ilmuwan dari Carnegie Institution for Science, Peter Driscoll setuju medan magnet bumi memang pernah melemah.

Namun, ilmuwan yang tidak terlibat dalam penelitian itu menyebut klaim medan magnet lemah yang memengaruhi oksigen atmosfer dan memicu evolusi biologis sulit dibuktikan.

“Sulit bagi saya untuk mengevaluasi kebenaran klaim ini karena pengaruh medan magnet planet terhadap iklim masih belum dipahami dengan baik,” tambahnya.

Planet dengan segala misterinya menjadi obyek penelitian yang menarik.

 

spot_img

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


spot_img

Latest Articles