Mahalnya Pengamanan Presiden AS

Pesawat Boeing B747 - 200B yang digunakan sebagai pesawat kepresidenan AS dilengkapi sistem komunikasi dan avionic lebih canggih dan juga pertahanan diri untuk mengecoh lacakan radar dan serangan rudal musuh.

SEBAGAI negeri adidaya dengan banyak kawan dan lawan, pengamanan bagi presiden Amerika Serikat terutama pesawat dan kendaraan yang digunakan serta kantor dan rumah di Gedung Putih dinomorsatukan.

Untuk melakukan perjalanan udara, presiden AS menggunakan pesawat penumpang Boeing seri  B747-200B dengan call sign “Air Force One” (AFO) yang sudah dimodifikasi dan mampu terbang sampai pada  ketinggian 45.000 kaki dan jarak sampai 15.000 mil.

Berbagai seri B-747 yang dijuluki pesawat jumbo, terbang perdana pada 9 Feb. 1969 dan sampai saat ini sudah diproduksi sampai 1.547 unit,  dioperasikan oleh berbagai maskapai penerbangan dunia termasuk Garuda.

B-747 digerakkan empat mesin buatan Pratt & Whitney atau General Electric (tergantung serinya), berat maks. 340 sampai 412 ton, kapasitas  sampai 600 orang (dua dek), rentang sayap antara 59,6 sampai 64,5M, kecepatan sampai 988 Km perjam, sedangkan B747- 200B dibandrol 39 juta dollar per unit (sekitar Rp549,9 milyar).

AFO juga dilengkapi persenjataan canggih seperti Joint Direct Attack Munition (JDAM) dan Small-Diameter Bomb (SDB), kanon otomatis M61A2 Vulcan 20 mm serta senjata tambahan di empat titik luar pesawat (di bawah bodi atau sayap).

Dengan daya jelajah sampai separuh dunia, AFO yang dijuluki the Flying White House, terdiri dari tiga tingkat dek, diawaki 26 orang, daya tampung 85 orang, ruang rapat dan ruang pengambilan keputusan strategis serta ruang istirahat presiden  di bawah kokpit.

Masih banyak lagi kelebihan sistem avionic dan pertahanan diri AFO seperti alat pengacau radar musuh dan pengecoh rudal lawan dan kemampuan menahan gelombang elektromagnetik dalam perang nuklir, selebihnya dirahasiakan.

Tidak diketahui pula persisnya biaya renovasi pesawat B747-200 menjadi AFO termasuk sistem persenjataan, avionic dan komunikasi tambahan, kecuali biaya terbangnya yang cukup “wow” yakni Rp2,8 milyar per jam.

Kendaraan Mobil Cadillac One

Sementara itu untuk keamanan saat berkendara di darat, presiden AS disediakan mobil kepresidenan Cadillac One yang biasa disebut the Beast yang konon dibandrol seharga Rp21 milyar.

Seperti diungkapkan oleh Leftlanenews, the Beast memiliki spesifikasi dan fitur-fitur canggih untuk melindungi presiden dari berbagai potensi ancaman apa pun bentuknya.

The Beast memiliki cukup banyak kesamaan dengan mobil produksi standar seperti chasisnya, mesin diesel dan transmisinya seperti halnya truk komersil Chevrolet Kodiak, hanya beberapa bagian lain bernuansa Cadillac yaitu lampu depan dan belakangnya.

Kelebihan the Beast a.l. lapis pelat baja setebal delapan inci sehingga  berat pintunya sama dengan pintu pesawat Boeing 757, sementara  jendelanya antipeluru dengan ketebalan lima inci dan lima lapisan untuk meredam ancaman tembakan.

Ban yang digunakan Goodyear berukuran seperti ban  bus dan terbuat ari kevlar antibocor, sedangkan interiornya diklaim dapat menahan serangan nuklir, biologi dan senjata kimia dan tanki bahan bakarnya dibungkus busa khusus guna  mencegah kebocoran.

Berbobot hampir 10 ton, gerak the Beast sangat lambat, untuk mencapai kecepatan maksimumnya pada 96 km per jam membutuhkan waktu sekitar 15 detik, juga boros bahan bakar, satu galon untuk jarak delapan mil .

Di bagasi the Beast ada alat bantu nafas dan transfuse darah, pemadam kebakaran, tangki oksigen, tabung gas air mata, senapan dan juga pelontar granat dan selain pengemudi dan ajudan presiden di sampingnya, sedangkan presiden di kursi deret kedua. Di deretan lainnya bisa memuat empat penumpang lagi.

Sementara Gedung Putih sebagai kantor dan rumah dinas orang Nomor Satu di AS dibangun oleh presiden pertama AS George Washington (1792 – 1800 1758)  walau baru ditempati oleh penggantinya, Presiden John Adams.

Gedung Putih yang sering dianggap icon supremasi AS memiliki 132 ruangan dan  35 kamar mandi dan berbagai fasilitas termasuk untuk kebugaran dan yang dikenal dunia adalah Gedung Oval tempat presiden dilantik dan berkantor.

Bunker bawah tanah di kompleks Gedung Putih  berfungsi sebagai Pusat Operasi Darurat Presiden (PEOC) yang aman dari serangan nuklir serta dilengkapi berbagai fasilitas komunikasi serta logistik untuk keperluan berbulan-bulan.

Sesuai dengan perannya sebagai pemimpin negara adidaya, pengamanan prima bagi presiden AS agaknya pantas-pantas saja. (Laman Gedung Putih/ns)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisement