Mahasiswa Bea Studi Etos DD Dampingi Warga Dusun Krasak Olah Pisang yang Melimpah

SEMARANG – Sepuluh tahun lalu, mahasiswa Bea Studi Etos Dompet Dhuafa chapter Semarang mendatangi Dusun Krasak, Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, yang merupakan daerah dengan populasi pohon pisang yang banyak.

Divisi ekonomi perhimpunan beasiswa, merasa dapat memberikan pemikirannya untuk memberdayakan warga setempat, hingga akhirnya muncul produk Ceriping Pisang Robanna.

Salah satu produsennya ialah Ngatiyem (58), nenek enam cucu yang merasakan manfaat dari pengolahan pisang tersebut. Bagi Ngatiyem, duluya pisang hanyalah produk pinggiran yang tidak begitu bernilai.

“Dulu saya jual pisang ya cuma buahnya saja. Sebelum matang biasanya ada pengepul yang datang. Hasilnya nggak seberapa,” terang Ngatiyem.

Sejak 2009, Ngatiyem, bersama beberapa ibu lain di dusun Krasak, tidak lagi menjual pisang dengan cara kovensional. Dengan bimbingan dari mahasiswa Etos Semarang, berbagai produk kreatif berbahan dasar pisang pun bermunculan dan bernilai ekonomi tinggi.

“Kita buat semua jadi banyak rasa, ada coklat, keju, tiramisu dll, ada sekitar delapan rasa. Bahkan kita juga bikin dendeng jantung pisang, keripik bonggol pisang, dan terakhir kita juga ada es cendol daun pisang,” tambah Ngatiyem, dikutip dari laman Dompet Dhuafa.

Setiap bulannya, dengan sistem pre-order, setidaknya Ngatiyem dan kawan-kawan bisa menghabiskan hingga 60 kg pisang. Dari jumlah tersebut ia dapat menghasilkan hingga 500 pcs Ceriping Robbana. Ngatiyem dan ibu-ibu di dusun Krasak pun mendapatkan tambahan penghasilan sekitar Rp. 300-500 ribu per bulan.

“Senang sekali, alhamdulillah lah, wong iso etuk duit (lha kan bisa dapat uang),” canda Ngatiyem.

Advertisement