MALAWI – Malawi akan membuka kedutaan besar untuk Israel di Yerusalem, dan menjadi negara Afrika pertama yang membuka kedutaannya untuk Israel di tanah yang masih menjadi perdebatan antara Israel- Palestina.
Menteri Luar Negeri Malawi Eisenhower Mkaka menyebut keputusan itu sebagai langkah berani dan signifikan.
Sementara, Menteri Luar Negeri Israel Gabi Ashkenazi menyampaikan harapannya agar kedutaan Malawi segera dibuka.
“Dan saya yakin lebih banyak pemimpin Afrika akan mengikuti keputusan ini,” ujar Ashkenazi.
Kedutaan tersebut diperkirakan akan dibuka pada musim panas 2021. Ketika dikonfirmasi mengenai keputusan pembukaan kedutaan di Yerusalem, ajudan Presiden Malawi Lazarus Chakwera, Brian Banda, mengatakan kebijakan tersebut “akan dilanjutkan”, demikia dilansir reuters.





