Malaysia Desak Negara Asia Tenggara Bersatu Akhiri Krisis Rohingya

Pengungsi Rohingya. Foto:Salman/DD

KUALA LUMPUR – Wakil Raja Malaysia Sultan Nazrin Muizzuddin Shah mengatakan pemimpin negara-negara Asia Tenggara harus lebih proaktif dalam menangani krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung di Myanmar.

Terkait hal tersebut, Selasa (3/10/2017) malam dia meminta Perdana Menteri Malaysia Najib Razak dan para pemimpin daerah untuk meningkatkan pendekatan mereka dan menemukan jalan untuk menghentikan pembunuhan massal Muslim Rohingya di Myanmar.

Shah, yang belajar di universitas Harvard dan Oxford, mengatakan bahwa para pemimpin Asia Tenggara harus menjalin persahabatan dan hubungan bilateral di samping saat menghadapi krisis Rohingya.

“Ketakutan mengganggu tetangga kita, takut dituduh melakukan campur tangan, atau takut mempengaruhi perdagangan dan perdagangan regional kita seharusnya tidak mencegah kita menyuarakan kecemasan dan ketakutan kita terhadap apa yang terjadi di negara bagian Rakhine,” katanya pada makan malam untuk mengumpulkan dana. untuk orang Rohingya di ibukota Kuala Lumpur, dilansir Anadolu.

Shah, yang juga mewakili pemerintah Malaysia sebagai duta besar keuangan Malaysian International Islamic Financial Centre (MIFC), menekankan bahwa pertimbangan masalah keuangan harus menjadi hal sekunder untuk mengatasi krisis di Myanmar.

Wakil raja mendesak para pemimpin daerah untuk mempelajari pelajaran perang sipil Kamboja tahun 1970-an, karena krisis Rohingya telah membentuk konflik lain yang mematikan dan menyulitkan.

Malaysia sangat mempertanyakan cara Myanmar menangani masalah Rohingya, dengan mengatakan bahwa negara tersebut menolak izin masyarakat internasional untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada kelompok yang dianiaya tersebut.

Advertisement