JAKARTA (KBK) – Kepala Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Drs. Mochammad Riyadi, M.Si. mengeluarkan rilis NO :UM.505/IST17-06/KPG/I/2016, menanggapi terjadinya peristiwa gempa bumi tektonik di Maluku, Ahad (17/1/2016), Pukul. 06.22 WIB dengan kekuatan 5,4 Skala Richter.
Menurut Mochammad, gempa terjadi di 3.80 °LS dan 127.28°BT, kedalaman:10 km. Namun gempa ini tidak menimbulkan tsunami, walaupun gempa ini berpusat di laut, karena kekuatannya tidak cukup kuat untuk membangkitkan perubahan di dasar laut yang dapat memicu terjadinya tsunami.
“Dari hasil monitoring BMKG selama satu jam telah terjadi gempabumi susulan sebanyak satu kali dengan kekuatan 2.7. BMKG terus memonitor perkembangan gempabumi susulan dan hasilnya akan diinformasikan kepada masyarakat melalui media,” ujar Mochammad.
Berdasarkan hasil analisis tingkat guncangan (shakemap), katanya, intensitas gempa bumi di sekitar Pulau Ambalau adalah IV-V MMI, di sekitar Namlea-Buru Selatan III MMI, dan II MMI di sekitar Ambon. Berdasarkan dengan laporan masyarakat yang diterima BMKG PGR IX Ambon bahwa gempa bumi dirasakan cukup keras di Pulau Amabalau.
Laporan sementara, lanjut Mochammad, dampak gempa bumi yang ini mengakibatkan sejumlah kerusakan bangunan rumah sebanyak 50 unit dan 2 orang menderita luka-luka di Desa Masawoy, dan sebanyak 70 unit bangunan rumah serta 6 orang menderita luka-luka di Desa Ulima.
“Namun demikian BMKG akan terus memonitor perkembangan dan laporan dari lapangan untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya,” tambah Mochammad.
Berdasarkan parameter gempa bumi, ujarnya, kejadian gempa bumi ini disebabkan aktivitas sesar aktif di sekitar Laut Banda. Hasil analisis mekanisme sumber memperlihatkan bahwa gempa bumi ini dibangkitkan oleh aktivitas sesar mendatar.
“BMKG menghimbau, agar masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan BPBD, serta informasi dari BMKG. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami. BMKG juga mengingatkan, masyarakat agar tetap waspada kemungkinan terjadinya gempa susulan yang pada umumnya kekuatannya semakin mengecil,” pungkas Mochammad.





