JAKARTA – Berendam dalam air dingin mungkin tidak terdengar menarik, tetapi penelitian menunjukkan bahwa aktivitas ini memiliki berbagai manfaat kesehatan.
Dilansir dari Popsugar pada Senin (18/11/2024), ahli fisiologi olahraga Carmen Van Rensburg menyatakan bahwa terapi air dingin telah digunakan selama bertahun-tahun untuk meningkatkan kesehatan.
Pelatih kekuatan Michael Hamlin, CSCS, menjelaskan bahwa kompres dingin dapat membantu mengurangi nyeri otot setelah latihan berat, sehingga sering dimanfaatkan oleh atlet untuk pemulihan.
Penelitian mengungkapkan bahwa mandi air es dapat secara efektif mengurangi rasa nyeri secara keseluruhan.
“Mandi es juga dapat meningkatkan kewaspadaan dan energi karena memicu lonjakan hormon “lawan-atau-lari” serta neurotransmitter norepinefrin,” kata Hamlin.
Manfaat lain dari berendam air dingin adalah pengaruhnya terhadap aliran darah. Matt Tanneberg, CSCS, spesialis kekuatan dan pengondisian, menyebutkan bahwa sirkulasi darah yang baik membantu organ, termasuk jantung, berfungsi normal dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Fisioterapis Lalitha Bhowani-Mcsorley menambahkan bahwa air dingin menyebabkan pembuluh darah menyempit, meningkatkan aliran darah ke organ dan jaringan tubuh saat suhu tubuh kembali normal.
“Ini dapat membantu meningkatkan sirkulasi dan oksigenasi tubuh secara keseluruhan,” jelas Mcsorley.
Menurut McSorely, berendam air dingin juga dapat membantu meningkatkan kualitas tidur dengan mengurangi stres. Paparan air dingin mengaktifkan sistem saraf parasimpatis, yang mendukung relaksasi dan mengurangi tingkat stres.
Hamlin mencatat bahwa mandi air dingin juga dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas ini memicu pelepasan epinefrin dan dapat mengurangi gejala seperti flu.
Untuk durasi, Tanneberg merekomendasikan berendam selama tiga menit, sementara McSorely menyarankan memulai dengan durasi pendek, sekitar 10-30 detik, lalu meningkatkannya secara bertahap.
Namun, penting untuk berhati-hati, karena perubahan drastis pada tekanan darah akibat air dingin dapat berbahaya. Respons syok dingin, seperti refleks terkesiap, juga meningkatkan risiko tenggelam jika kepala berada di bawah permukaan air.
Hamlin mengingatkan bahwa konsultasi dengan profesional kesehatan sangat penting sebelum mencoba terapi rendam air dingin.




