Mari Berdoa untuk 4 WNI Lainnya

Kelompok Abu Sayyaf Filipina. Foto: globalbalita

BOGOR – Kita semua belum bisa bernafas lega setelah 10 WNI korban sandera kelompok Abu Sayyaf dilepaskan, karena masih ada 4 WNI lagi yang masih menjadi tahanan di Kepulauan Sulu, Selatan Filipina.

Operasi intelijen masih terus diupayakan agar pembebasan 4 WNI lainnya segera menyusul. Hal ini disampaikan Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo seperti diberitakan Antara.

Dalam upaya pembebasan empat WNI yang masih disandera kelompok bersenjata itu maka diutamakan keselamatan mereka. Dia akan menerapkan operasi total, baik melibatkan jaringan formal maupun informal.

“Maka TNI melakukan operasi-operasi juga koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri yaitu operasi intelijen,” katanya.

Sebelumnya Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, menyampaikan, pembebasan terhadap 10 ABK WNI yang disandera berkat diplomasi total yang melibatkan banyak pihak. Marsudi tidak mengurai pihak-pihak yang dia maksud itu.

“Saya mohon doa agar yang empat bisa kami bebaskan dengan selamat,” kata Nurmantyo, di Istana Kepresidenan Bogor, Minggu (1/5/2016), setelah mendampingi Presiden Jokowi, dalam jumpa pers terkait pembebasan 10 WNI anak buah kapal.

Nurmantyo menyatakan, Markas Besar TNI akan kembali melakukan diplomasi atau operasi total yang melibatkan banyak pihak sebagaimana operasi pembebasan terhadap 10 ABK WNI yang telah berhasil dilakukan.

Seperti setelah diberitakan sebelumnya, Minggu siang waktu Filipina, 10 WNI dibebaskan Abu Sayyaf dkk. Pembebasan yang awalnya diduga karena telah diberikan sejumlah uang tebusan, ternyata tidak benar adanya. Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zein selaku negosiator dalam upaya pembebasan WNI menegaskan hal ini.

“Pembebasan tersebut dilakukan tanpa uang tebusan, melainkan negosiasi atas kerja sama intelijen TNI dengan intelijen tentara Filipina,” kata Kivlan Zein ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat yang diterima Antara di Jakarta, Senin (2/6/2016).

Advertisement